JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Miris, di Pedesaan India, Pasien Covid-19 Hanya Dirawat di Bawah Pohon Bersama Hewan Ternak Mereka

ilustrasi covid-19 / pixabay
PPDB
PPDB
PPDB

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kondisi pandemi  Covid-19 di India sungguh memilukan.  Saking jumlah pasien yang overload, akhirnya banyak warga yang positif Covid-19 hanya dirawat di bawah pohon.

Itulah suadana  klinik terbuka yang digunakan dalam kondisi darurat.  Para penderita virus Covid-19 berbaring di ranjang darurat dari kayu di bawah pohon, dengan tetesan glukosa tergantung di dahan.

Sapi merumput di dekatnya, sementara jarum suntik dan bungkusan obat kosong berserakan di tanah.

Tidak ada dokter atau fasilitas kesehatan di Desa Mewla Gopalgarh di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, 90 menit berkendara dari ibu kota nasional Delhi.

Ada rumah sakit pemerintah di dekatnya tetapi tidak memiliki tempat tidur yang cukup dan penduduk desa mengatakan mereka tidak mampu untuk berobat klinik swasta.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang menghadapi kritik karena gagal mempersiapkan gelombang kedua Covid-19, mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa pandemi menyebar dengan cepat di desa-desa dan mendesak orang-orang untuk tidak mengabaikan gejalanya.

“Lakukan tes, isolasi diri Anda dan mulai pengobatan tepat waktu,” katanya.

Tetapi di desa ini, orang-orang berusaha sebaik mungkin. Seorang perempuan meminjam tabung oksigen dari tetangga yang kondisinya sedikit membaik, kata keluarganya.

“Sebenarnya, belum ada tes COVID-19. Kami telah mencoba tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak memiliki cukup staf,” kata Yogesh Talan, 48 tahun, mantan kepala desa.

Gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan di India, telah mendorong rumah sakit di kota-kota besar seperti Delhi ke titik puncaknya karena kewalahan menerima pasien Covid-19, yang kemudian berimbas ke pedalaman pedesaan yang luas di negara itu di mana perawatan kesehatan sangat minim.

Sebaliknya, praktisi pengobatan alternatif desa telah mendirikan klinik terbuka tempat mereka mendistribusikan glukosa dan pengobatan lain kepada pasien dengan gejala COVID-19, dikutip dari Reuters, 17 Mei 2021.

Beberapa percaya berbaring di bawah pohon neem, yang dikenal dengan khasiat obatnya, akan meningkatkan kadar oksigen mereka. Tidak ada dasar ilmiah untuk klaim ini atau untuk beberapa solusi lain yang ditawarkan.

“Ketika orang menjadi sesak, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen mereka,” kata Sanjay Singh, yang ayahnya berusia 74 tahun meninggal beberapa hari lalu setelah demam. Singh mengatakan ayahnya tidak dites Covid-19 dan meninggal dalam dua hari.

“Orang-orang sekarat dan tidak ada yang menjaga kami,” katanya.

www.tempo.co