JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Muhammadiyah Jawa Tengah Desak Mochtar Ngabalin Minta Maaf kepada Busyro dan Warga Persyarikatan

Khafid Sirotudin. Foto:dok
PPDB
PPDB
PPDB

 

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM —Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Khafid Sirotudin mendesak kepada Ali Mochtar Ngabalin selaku Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan untuk meminta maf kepada Busyro Muqoddas, salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Lebih jauh, Khafid juga mengultimatum kepada Ngabalin tak hanya meminta meminta maaf kepada Busyro melainkan juga meminta maaf kepada warga persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami menyesalkan pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden yang ditujukan kepada Pak Busyro Muqoddas. Ungkapan Pak Ngabalin itu sudah bentuk penghinaan. Apa yang disampaikan Pak Busyro itu bagian dari pendapatnya sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Sebagai tenaga ahli KSP, seharusnya Ngabalin tidak menanggapi secara emosional dengan kata-kata yang menghina pribadi, menyinggung persyarikatan Muhammadiyah dan mengalienasikan etika politik yang baik,” tandas Khafid kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/5/2021).

Karena itulah, Khafid meminta agar Ngabalin meminta maaf sesegera mungkin kepada Busyro dan kepada warga Muhammadiyah. “Kami mendesak Ali Mochtar Ngabalin segera meminta maaf kepada Bapak Busyro Muqoddas dan kepada warga Muhammadiyah. Apalagi mumpung masih suasana Idul Fitri, saatnya warga muslim bersilaturahmi dan saling memaafkan. Mengapa justru membuat gaduh suasana lebaran,” tandas Khafid.

Desakan permintaan maaf kepada Ngabalin itu dipicu oleh pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden itu dalam menanggapi kritikan yang disampaikan oleh Busyro Muqoddas selaku Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM terhadap upaya pelemahn KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi. “Pernyataan saudara Ngabalin tersebut tidak pas dan justru merendahkan Presiden karena dia staf Presiden,” kata Khafid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin menanggapi kritikan Busyro Muqoddas dengan nada emosional. Dia juga menyindir Busyro lebih cocok berada di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi atau bahkan masuk ke partai politik ketimbang menjadi pimpinan Muhammadiyah. Bahkan, Ngabalin menyebut Busyro Muqoddas berotak sungsang.

Hal itu diungkapkan dalam twit Ngabalin: “Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat dan berwibawa kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” tulis Ngabalin dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Busyro Muqoddas yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM dan juga pernah menjabat Ketua KPK ini sebelumnya mengkritik adanya upaya pelemahan KPK secara sistematis, dan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo keberadaan KPK sudah tamat.

Ucapan Ali Mochtar Ngabalin itulah yang kemudian memicu kemarahan sejumlah kader Muhammadiyah. Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng menyebut Mochtar Ngabalin harusnya mampu merepresentasikan Presiden Jokowi yang santun dan membina hubungan baik dengan persyarikatan selama ini.

“Statemen Ngabalin justru merusak bangunan komunikasi politik yang santun dan berkeadaban yang sudah dilakukan presiden dengan Ormas keagamaan selama ini. Sepertinya (dia) perlu menjalani CT-Scan. Jangan-jangan ada jaringan syaraf otak dia yang sungsang,” ujar Khafid berkelakar.

Sebagai bagian dari pemerintah, lanjut Khafid, rasanya tidak patut dan kurang berkeadaban statemen Ali Mochtar Ngabalin ke publik seperti itu.

Lebih lanjut Khafid menyampaikan pentingnya pejabat publik memperhatikan etika politik dan memiliki kemampuan komunikasi atau public speaking yang baik dan tidak membuat kegaduhan di masyarakat. Apalagi dalam situasi dan kondisi pandemi yang membutuhkan partisipasi segenap komponen bangsa untuk menghadapinya.

Kemarahan serupa juga disampaikan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menduga Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin justru yang berotak sungsang. “Jangan-jangan yang sungsang Pak Ngabalin,” kata Sunanto, Kamis (13/5/2021).

Sunanto menilai tak ada yang salah dari kritik Busyro. Dia menyampaikan kritik dengan landasan argumentasi yang jelas dan objektif.

Sunanto meragukan pernyataan Ngabalin sebagai representasi Jokowi karena Presiden Jokowi sangat terbuka dengan kritik. “Saya rasa sudah sangat berlebihan dan sudah tidak beretika. Seharusnya dia meminta maaf atas pernyataan itu karena itu juga merugikan pada semua proses yang dilakukan Pak Jokowi,” ujarnya.

Sunanto menyarankan Ngabalin membalas kritik Busyro dengan data dan fakta. “Kalau (TWK) tidak melemahkan (KPK), tinggal dibuktikan saja dengan data dan argumen yang jelas,” katanya.(ASA)