JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Satgas Penanganan Covid-19 Minta Masyarakat Sabar, Jangan Liburan dan Lebaran di Kampung Dulu

Ilustrasi pemudik motor. Foto/Republika.co.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat bersabar dan menahan diri untuk tidak mudik ke kampung halaman. Masyarakat diminta untuk tak melakukan mobilitas yang tak mendesak, khususnya, selama periode larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, meminta masyarakat di perantauan bisa memberikan pemahaman kepada sanak saudara di kampung halaman mengenai kebijakan peniadaan mudik tahun ini. Ia mengatakan, tidak mudik berarti mengurangi risiko penularan Covid-19 demi melindungi keluarga.

“Jangan dulu liburan di kampung, jangan lebaran di kampung, bersabar, bersabar ini adalah salah satu kunci kita untuk sukses mengendalikan covid,” kata Doni Monardo, Senin (3/5/2021).

Doni Monardo mengingatkan, Indonesia perlu belajar dari India yang kasus hariannya melonjak akibat protokol kesehatan yang longgar. India menggelar ritual keagamaan dan aktivitas budaya dengan prokes yang mengendur.

Baca Juga :  Mbrebes Tenan, 1.993 Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik dari Pintu Masuk Jateng di Wilayah Pejagan Brebes

“Maka kasusnya tidak terkontrol. Hari ini rata-rata per hari India mencapai kasus positif lebih dari 400 (ribu) kasus. Ini harus menjadi catatan kita semua,” kata Doni dalam keterangan pers di kantor presiden.

Doni juga mengingatkan bahwa dokumen negatif tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan pun tidak menjamin seseorang sepenuhnya bebas dari infeksi virus corona. Penularan bisa saja terjadi justru saat perjalanan berlangsung.

Sesampainya di kampung halaman pun, pemudik pasti sulit untuk menghindari kotak fisik seperti bersalaman atau berpelukan dengan keluarga yang sudah lama tidak ditemui. “Padahal bisa jadi Anda sudah sebagai carrier, sudah terpapar covid, dan sudah terinfeksi. Setelah sekian hari keluarga di kampung menjadi terpapar covid, tertular akibat pertemuan tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Viral Video Emak-emak Kapling Tempat Salat Id H-2 Lebaran, Ternyata Sudah Tradisi

Ia mengingatkan, ledakan kasus di daerah belum tentu bisa tertangani. Apalagi tidak semua daerah memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang memadai untuk penanganan pasien Covid-19.

Jika hal ini terjadi maka angka kematian akibat Covid-19 berisiko meningkat. “Mari kita bersabar untuk tidak mudik kali ini, termasuk juga apabila ada yang lolos maka seluruh daerah sampai dengan tingkat RT RW mohon kiranya bersedia menyiapkan tempat-tempat karantina bagi mereka yang baru tiba dari berbagai daerah,” ujar Doni.

www.republika.co.id