JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Suasana Haru, Ketika Paryono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sentuh Nurani Penghuni Panti Yatim Putri Muhammadiyah Karanganyar. Kunjungan Berlanjut ke  PCNU

Foto: Beni Indra
Paryono SH MH, anggota Komisi VIII DPR RI saat memberikan bantuan untuk Panti Yatim Putri milik Muhammadiyah /Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Suasana haru tak bisa disembunyikan dari semua peserta yang ada saat acara kunjungan anggota Komisi VIII DPR-RI, Paryono SH MH di Panti Yatim Putri milik Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar, Rabu (5/5/2021).

Bahkan Paryono yang hadir beserta keluarga pun juga tidak bisa menyembunyikan rasa haru saat puluhan anak-anak menyalami menyapa salam kedatangannya.

Saking terharunya, Paryono yang juga tokoh politik asal Karanganyar itu tidak bisa memberikan pidato panjang lebar karena rasa haru berhadapan dengan anak-anak perempuan yang sudah tidak memiliki orang tua dan hidup disebuah panti yatim.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Karanganyar Bagus Selo Tegaskan Kader Jangan Termakan Isu Celeng Dan Banteng

“Meski saya sering berkunjung ke panti yatim ini, namun jujur rasa hati tak bisa kami tutupi. Kami sangat menyayangi mereka seperti anak saya sendiri,” ujarnya pada acara silaturahmi tersebut

Advertisement

Paryono menceritakan hubungan baik dengan panti yatim putri milik Muhammadiyah itu terjalin sudah lama semenjak dirinya menjadi Wakil Bupati Karanganyar sekitar Tahun 2008.

Secara kebetulan Rumah Dinas Wabup Karanganyar bergandengan dengan panti yatim sehingga dirinya sering secara pribadi bermain ke panti tersebut dan juga memberikan bantuan.

Baca Juga :  Persika Karanganyar Kian Taktis, Sembilan Kali Uji Tandang di Jatim dan Jateng Hanya Sekali Kalah

Kini setelah 13 tahun dan Paryono melenggang ke Gedung DPR-RI Senayan pun tetap tidak melupakan panti yatim tersebut.

” Hampir setiap tahun saya selalu menyempatkan silaturahmi ke panti yatim karena rasa hati ini menjadi sangat bersyukur mengerti makna hidup ketika sering berdampingan dengan anak yatim,” ujarnya.

Diakui Paryono, kedekatan dan rasa tenteram bergaul dengan anak yatim bukan soal bantuan ataupun apa, tapi adalah menghayati arti kehidupan nyata.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua