JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ternyata Pemudik Terbanyak Adalah Tujuan Wonogiri, Begini Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Ketika Memantau Rapid Tes di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Selogiri

Antrian pemudik menjalani rapid tes antigen di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Selogiri Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
PPDB
PPDB
PPDB

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjadi salah satu daerah penghasil perantau besar, Wonogiri sudah sejak lama saat momen Lebaran adalah tujuan pemudik. Bahkan kabupaten ujung tenggara Jateng ini disebut-sebut merupakan wilayah tujuan pemudik terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengungkapkan fakta itu di sela memantau proses skrining dan rapid tes antigen di Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, Wonogiri.
Untuk mencegah penularan COVID-19, penumpang kedatangan yang tiba di Terminal Tipe A Giri Adipura wajib menjalani skrining dan tes cepat antigen.

“Banyak yang nekat mudik sebelum penyekatan di jalan dilakukan. Wonogiri ini paling tinggi se-Jawa Tengah pemudiknya,” ungkap Yulianto Prabowo, Rabu (5/5/2021) sore.

Baca Juga :  Awalnya Sempat Ragu Diteruskan Atau Tidak, Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi di Wonogiri Akhirnya Kembali Digulirkan Tahun ini

Dia mengapresiasi Pemkab Wonogiri dan Dinkes Wonogiri yang telah melakukan skrining bagi penumpang kedatangan. Ini sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, harus dilakukan tes COVID-19 bagi pemudik. Baik tes dengan GeNose maupun rapid test antigen.

“Ini kan demi mencegah bertambahnya kasus, melindungi keluarga pemudik juga. Karena kita mengetahui pemudik ini berasal dari berbagai daerah yang kita tidak tahu seperti apa zona disana. Jadi kita tidak hanya melakukan penyekatan secara fisik, tapi juga penyekatan secara kesehatan,” ujar Yulianto.

Baca Juga :  Siap-siap Obyek Wisata di Wonogiri Bakal Ditutup Lagi Imbas Penularan COVID-19 yang Cukup Mengkhawatirkan

Yulianto menuturkan, setidaknya ada 14 titik penyekatan di Jawa Tengah yang berbatasan dengan provinsi lain. Titik penyekatan akan ditempati petugas gabungan dari TNI/Polri, Dinkes dan instansi terkait lain. Di titik itu juga bakal dilakukan tes COVID-19.

Pihaknya berharap, warga Wonogiri yang ada di perantauan tidak mudik terlebih dahulu. Semisal berupaya lolos dari penyekatan, kata dia, juga harus memikirkan kesehatannya dan keluarganya di kampung halaman. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar masyarakat yang ada di daerah untuk mengimbau keluarganya untuk tidak mudik. Aris

[sharethis-reaction-buttons]