
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembubaran perhelatan hajatan pernikahan juga terjadi di Kecamatan Kedawung, Sragen, Minggu (30/4/2021).
Gegara mempelai pengantin ketahuan positif covid-19, pesta pernikahan yang dihelat warga Dukuh Miri, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, juga terpaksa dihentikan.
Hajatan pernikahan itu dihentikan sesaat setelah prosesi temu pengantin menjelang acara hiburan. Acara hiburan gayeng-gayengan pun terpaksa diminta dibatalkan dan semua prosesi hajatan dihentikan.
Belakangan terungkap pengantin pria yang positif diketahui berasal dari Kabupaten Sukoharjo. Sang pengantin itu bersama mempelai perempuan, semuanya dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19.
“Yang pengantin pria diketahui berasal dari Sukoharjo. Tertularnya dari mana kami belum tahu, yang jelas saat diswab tadi hasilnya positif sehingga kedua mempelai diisolasi dan hajatan diminta dihentikan,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (30/5/2021).
Data yang dihimpun di lapangan, kedua mempelai pengantin yang positif itu diketahui berinisial LS (pengantin pria) dan GP (pengantin wanita).
Keduanya diketahui positif saat dilakukan swab antigen dadakan oleh tim Satgas Kecamatan bersama Puskesmas setempat.
Tim yang dipimpin unsur Muspika itu kemudian melakukan swab antigen kepada mempelai pengantin yang saat itu masih duduk di pelaminan dengan pakaian pengantin.
Swab dilakukan pagi tadi dan langsung dikirim ke DKK. Hasilnya keluar siang hari dan ternyata kedua pengantin itu dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.
Seketika tim Satgas langsung berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten dan memerintahkan perhelatan hajatan itu dihentikan.
“Iya benar. Pengantin di Celep Kedawung juga positif saat dilakukan swab PCR. Kami juga minta hajatan langsung dihentikan dan dibubarkan. Acara hiburan sudah diminta ditiadakan,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (30/5/2021).
Tatag menjelaskan dari laporan Satgas kecamatan, seketika hasil swab keluar positif, langsung diberitahukan kepada empunya hajat dan keluarga.
Kedua mempelai yang positif langsung diminta mundur dari pelaminan dan dipisahkan dari perhelatan. Mereka selanjutnya diisolasi mandiri di rumah dan dipisahkan dari keluarga lainnya.
Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi kontak erat dan mencegah penyebaran virus yang lebih luas.
“Meski hajatan dibubarkan, tapi tamu tetap boleh datang dengan sistem drive thru. Jadi datang, masukkan sumbangan lalu pulang. Satgas juga mengawasi di lokasi,” terangnya.
Sekda menegaskan langkah penghentian hajatan itu terpaksa dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan keluarga, tamu serta warga yang lain dari potensi penyebaran covid-19.
Ia berharap masyarakat bisa memahami mengingat situasi Covid-19 Sragen saat ini mengalami peningkatan akibat kelonggaran yang diberikan terutama saat hajatan.
“Sekali lagi, kami mohon kesadaran untuk menaati dan menerapkan protokol kesehatan. Ini semua demi kepentingan bersama dan menjaga keselamatan bersama. Jangan sampai gara-gara kelengahan, nanti berakibat fatal,” tandasnya. Wardoyo