JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Klaster Baru Covid-19 Mulai Masuk ke Sragen. Diduga dari Kudus, Ada 14 Warga Positif, Menyebar Lewat Klaster Jagongan Hajatan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kapolres dan jajaran FKUB, MUI usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 Senin (14/6/2021). Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat Sragen diminta makin waspada terhadap penyebaran kasus Corona atau covid-19.

Pasalnya klaster baru muncul di Sragen yakni klaster dari Kudus. Klaster baru ini ditemukan di Miri dengan sebanyak 14 warga dinyatakan positif.

“Di Miri ada klaster baru klaster Kudus yang meluas ke sragen melalui klaster jagong hajatan,” papar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan Forkompida, Kemenag. MUI, dan FKUB di Aula Sukowati Sragen, Senin (14/6/2021).

Bupati menyampaikan saat ini Pemkab Sragen sedang melakukan cek lab terkait kasus covid-19 klaster Kudus itu. Sampel dikirim ke Jogja untuk memastikan apakah klaster di Miri merupakan covid 19 varian baru (B1617) atau bukan.

Baca Juga :  Jelang Masa Jabatan Berakhir, Bupati Sragen Gelar Halal Bi Halal dan Mohon Maaf di Sumberlawang dan Miri

Bupati mengatakan memang menerima laporan ada 14 warga Sragen yang positif dan terlacak sempat kontak dengan warga Kudus.

Namun dia mengaku belum bisa memastikan dan belum tentu jika 14 warga tersebut tertular covid-19 varian baru yang lebih berbahaya.

Seperti diketahui, saat ini Kudus menjadi prioritas penanganan nasional usai lonjakan luar biasa kasus covid-19 di wilayah itu yang mencapai ribuan.

“Apakah itu varian baru apa tidak? Masih kita tunggu. Mereka (14 warga) semua sudah bawa ke technopark. Kalau yang bergejala kita bawa ke RS Kasih Ibu dan Sragen,” papar bupati kepada wartawan saat ditemui usai rapat terkait penanganan Covid-19 di Pemkab, Senin (14/6/2021).

Baca Juga :  Harga Gas Melon di Sragen Naik 100% Jadi Rp 30.000 Selama Idul Fitri, Politikus Nasdem Bongkar Penyebabnya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto menyampaikan varian baru ini memang lebih berbahaya. Baik penularan maupun resiko bagi yang tertular.

”Tidak ada penyakit penyerta pun bisa meninggal. Makanya kita perketat prokesnya, tetap melaksanakan 3M,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Ganjar saat menyambangi pasien positif di Technopark Sragen, mengingatkan potensi kemunculan varian baru.

Menurutnya tingginya lonjakan kasus di beberapa daerah di Jateng beberapa waktu terakhir, tidak menutup kemungkinan rasa-rasanya karena adanya varian baru.

“Jangan disepelekan. Sekali lagi awas varian baru, saya ulangi waspada varian baru,” paparnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com