JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bangun Universitas Sains dan Teknologi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar Sowan Bupati. Ditargetkan 2023 Buka Pendaftaran Perdana

Jajaran PDM Karanganyar saat audiensi dengan Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono, M.M / Foto: Beni Indra
PPDB
PPDB
PPDB

Jajaran PDM Karanganyar saat audiensi dengan Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono, M.M / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar  melakukan audiensi dengan Bupati  Karanganyar, Drs Juliyatmono MM, Kamis (3/6/2021).

Ketua PDM Karanganyar, Dr Muhammad Samsuri  mengatakan,  melalui audiensi tersebut, mereka mohon restu terkait rencana pendirian Universitas Sains dan Teknologi Muhammadiyah Karanganyar.

Dijelaskan Samsuri,  saat ini,  progres awal dari pembanguna  tersebut  dimulai dengan  pengurusan perizinan.

Sebagai bentuk keseriusan pendirian universitas tersebut, jelas Samsuri, saat ini PDM sudah menyiapkan lahan seluas 2.000 meter dari jumlah keseluruhan 8.000 meter lahan yang dicadangkan.

Tanah tersebut terletak di sebelah barat Gedung Dakwah Muhammadiyah GDM di Papahan, Karanganyar.

‘’Alhamdullilah respon Bupati sangat baik. Beliau  mendukung sepenuhnya rencana pendirian universitas tersebut,” kata Samsuri usai audiensi, Kamis (3/6/2021).

Menurut Samsuri, Bupati mendorong sepenuhnya dan secepatnya direalisasikan pembangunannya.

Hanya saja saat ini diakui Samsuri masih ada regulasi yakni adanya moratorium (penghentian sementara) untuk mendirikan universitas baru.

Tak pelak dengan adanya moratorium Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud tersebut PDM kesulitan jika langsung mendirikan universitas, melainkan mendirikan institut terlebih dulu, dengan nama   Institut Muhammadiyah Karanganyar.

Namun Bupati Juliyatmono bereaksi lain menyatakan bahwa moratorium itu berlaku untuk universitas negeri, sedangkan untuk pendirian universitas swasta tidak ada masalah.

“Bupati Juliyatmono menyarankan sebaiknya langsung mengurus izin universitas saja bukan institut agar tidak dua kali kerja, apalagi universitas jangkauannya lebih luas ketimbang institut,” tandas Samsuri.

Bupati meyakini jika semuanya sudah siap maka izin universitas tetap diperbolehkan walaupun sedang ada moratorium. Apalagi selama ini di Kabupaten Karanganyar belum mempunyai Universitas Muhammadiyah.

Sejarahnya di Karanganyar pernah ada cabang Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yakni Politeknik Muhammadiyah Karanganyar dan  Akademi Perawat, namun tak lama berjalan, akhirnya semua ditarik lagi ke Solo.

Samsuri menjelaskan untuk universitas yang akan dibangun itu fokus pada tiga fakultas yakni fakultas teknik, ekonomi dan kesehatan karena tiga bidang ini saat ini sangat update dengan perkembangan zaman.

Adapun untuk fakultas ekonomi akan ada jurusan ekonomi digital serta fakultas kesehatan lebih cenderung pada fisioteraphy yang mana masih langka namun peminatnya banyak.

Sementara itu Sekretaris PDM Karanganyar, Sarilan M. Ali Mod mengatakan secara teknis proses pengurusan perizinan sudah dilakukan start awal mengikuti prosedur berjalan.

“Pada intinya progres perizinan jalan terus setelah perizinan rampung baru tahap pembangunan fisik,” tandasnya.

Sarilan menjelaskan jika perizinan mulai diurus sekarang, maka diproyeksikan antara tahun 2022-2023 bisa membuka pendaftaran mahasiswa baru.

Adapun untuk tenaga dosen yang S2 dan S3 warga Muhammadiyah sudah cukup banyak apalagi nanti dalam perjalanannya bekerja sama dengan universitas lainnya.

“Mohon doanya semua pihak tekad berdiri sebuah Universitas Muhammadiyah Karanganyar lancar sehingga cepat terwujud,” ungkapnya.

Menurut Sarilan sebagai cadangan saja jika kelak pembangunan berlangsung namun pendaftaran juga berjalan, maka sambil menunggu selesainya pembangunan Muhammadiyah sudah punya gedung layak untuk digunakan sementara. Yakni Gedung Dakwah Muhammadiyah GDM, Gedung SMA Muhammadiyah 02, dan Gedung Darul Arqom yang semuanya di tengah kota Karanganyar, sehingga  mudah terjangkau. Beni Indra