JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Hasil Studi Otopsi: Otak Pasien Covid-19 Mirip Otak Penderita Alzheimer, Ada Peradangan Molekuler

ilustrasi penampang otak / pixabay


JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Hasil studi otopsi menunjukkan, otak pasien Covid-19 ternyata memiliki kemiripan dengan otak penderita alzheimer atau parkinson.

Pada pasien-pasien tersebut, terdapat gejala yang sama, yakni adany peradangan dan gangguan saraf pada otaknya.

Salah satu penulis studi Tony Wyss-Coray menjelaskan, otak pasien yang meninggal karena gejala berat Covid-19 menunjukkan tanda-tanda molekuler peradangan.

“Meskipun pasien itu dilaporkan tidak memiliki gejala klinis dari gangguan saraf,” ujar dia, seperti dikutip dari Medical Xpress, Selasa (22/6/2021).

Wyss-Coray, Profesor neurologi dan ilmu saraf di Stanford University, Amerika Serikat, bersama timnya menganalisis jaringan otak dari delapan orang yang meninggal karena Covid-19 dan 14 orang yang meninggal karena sebab lain.

Studi dilatari oleh data sekitar sepertiga pasien Covid-19 yang dirawat inap dilaporkan memiliki gejala gangguan saraf seperti bingung, pelupa, kesulitan berkonsentrasi dan depresi.

Baca Juga :  Hindari Mimpi Buruk Saat Tidur Malam dengan 6 Tips Ini

Bahkan gejala itu dapat bertahan sebagai bagian dari apa yang disebut ‘long covid’, suatu kondisi berlarut-larut yang terkadang mempengaruhi pasien setelah mereka pulih dari infeksi.

Masalahnya, meskipun ada didapati peradangan signifikan pada otak pasien Covid-19 meninggal, tak didapati keberadaan infeksi SARS-CoV-2 di sana.

Wyss-Coray mengaku telah benar-benar mencari keberadaan virus itu.

“Dan kami tidak dapat menemukannya,” kata Wyss-Coray.

Studinya itu sudah diterbitkan dalam jurnal Nature pada Senin, 21 Juni 2021. Di sana dijelaskan, infeksi virus tampaknya memicu respons inflamasi di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan sinyal inflamasi menyeberangi penghalang darah-otak. Hal ini pada gilirannya dapat memicu peradangan saraf di otak.

Menurut Wyss-Coray, kemungkinan banyak pasien Covid-19, terutama mereka yang menunjukkan masalah gangguan saraf atau mereka yang dirawat di rumah sakit, memiliki tanda peradangan yang sama dengan yang sudah diamatinya pada otak pasien yang sudah meninggal itu.

Baca Juga :  Kebiasan yang Bisa Turunkan Imunitas dan Mudah Diserang Penyakit

“Temuan kami dapat membantu menjelaskan brain fog (ketidakmampuan mengigat dengan jelas, hilang fokus), kelelahan, dan gejala neurologis dan psikiatris lainnya sebagai gejala dari long Covid,” ujar Wyss-Coray menyimpulkan.

www.tempo.co