JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kematian Ikan di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, ini Loh Lur Penyebabnya, Upwelling

Bangkai ikan saat dikeringkan di pinggir WGM.JSNews/Aris Arianto


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM –Kasus kematian ikan dalam jumlah besar di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri masih saja terjadi sampai saat ini. Salah satu penyebabnya adalah fenomena upwelling alias pembalikan massa air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Senin (21/6/2021), fenomena alam berupa pembalikan massa air atau upwelling memicu kematian ikan di keramba Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Fenomena upwelling terjadi ketika suhu permukaan air rendah sehingga massa air di bagian bawah danau lebih hangat dan menghasilkan massa air padat maupun gas di bawahnya. Masa air ini naik membawa senyawa beracun dan menyebabkan ikan sulit bernafas karena konsentrasi oksigen minimal.

Di WGM Wonogiri upwelling kerap terjadi ketika turun hujan lebat di bagian hulu. Adanya arus, angin, dan faktor lain memicu upwelling. Berton-ton ikan di karamba jala apung WGM mati sebagai dampak upwelling itu.

Rekor kematian ikan tertinggi terjadi pada 2014 lalu. Yakni mencapai angka 100 ton lebih. Kasus ini lebih tinggi daripada kematian sejenis tahun 2009 yang hanya mencapai 60-an ton.

Baca Juga :  Waduh, Fasilitas Isoman Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri Terlalu Dekat dengan Pemukiman, Akhirnya Dipindah ke Lokasi ini

Tingginya angka kasus kematian ikan di WGM disebabkan wilayah pembudidayaan di karamba jala apung dipenuh dengan keramba. Sesaknya wilayah itu membuat ikan berebut mendapatkan oksigen.

Kenyataan ini masih ditambah lagi adanya pengadukan arus air. Diterangkannya, saat itu waduk menerima kiriman air hujan dari daerah hulu. Air kiriman itu akan bercampur dengan air di dasar waduk.

Ada perbedaan suhu antara air dalam waduk dengan air yang datang tersebut. Saat kedua arus ini bersatu, akan terjadi pengadukan. Mineral dan material yang ada dalam dasar waduk akan terangkat ke permukaan, sebagian akan terhirup oleh ikan. Sehingga ikan yang sebelumnya dalam kondisi megap-megap berebut oksigen, semakin menurun daya tahannya. Akibatnya bisa ditebak, ikan menjadi mudah mati.

Kematian ikan itu menyebabkan kerugian besar bagi kalangan nelayan. Sampai angka miliaran rupiah. Mengingat ikan yang mati dan membusuk tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Baca Juga :  Warga yang Tolak Gadis Yatim Piatu Jalani Isoman di Fasilitas Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri Ternyata Pernah Terpapar COVID-19

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri, Sutardi menerangkan, upwelling bisa saja terjadi saat ini. Ketika turun hujan lebat di daerah hulu.

Untuk memperkecil kerugian, nelayan bisa menempuh sejumlah langkah. Yakni, membatasi penebaran benih ikan dan karamba, solusi kedua, nelayan memanen dini ikannya. Aris