JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kepergok Ambil Motor, Pria Tua Rame-Rame Ditangkap Warga di Patihan Sidoharjo. Sempat Babak Bunyak, Saat Diamankan Malah Ngamuk Mau Melawan

Pria tua asal Masaran (tengah berbaju hitam) saat diamankan di Mako Poldes di Gebung, Patihan, Sidoharjo usai kepergok mengambil motor warga. Saat dicek ternyata mengalami gangguan jiwa. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Dukuh Gebung RT 25, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen geger oleh aksi seorang pria paruh baya, Selasa (22/6/2021) sore.

Pria tak dikenal itu kepergok tiba-tiba mengambil sepeda motor milik salah satu warga yang diparkir di tepi jalan dukuh setempat.

Saat dikejar, pria itu malah berusaha menyerang warga dengan batu yang disimpan di kantongnya.

Beruntung berkat kesigapan karang taruna, relawan Poldes dan warga, pria asal Masaran itu berhasil diamankan.

Saat diamankan, terdapat beberapa luka di dahi, kaki dan tangan. Ternyata sebelum mengambil motor warga di Ngepung, pria yang kemudian diketahui bernama Narso asal Jembangan, Pringanom, Masaran itu sempat mengambil motor warga di Masaran.

“Ceritanya tadi sekitar habis ashar, ada warga yang memergoki kalau orang itu (Narso) naik sepeda motor Supra. Kemudian sampai di jalan Ngepung, motornya ngglasar dan berhenti karena kehabisan bensin. Nah dia jalan kaki ke arah Gebung. Jarak 200 meter jalan, tiba-tiba dia ngambil motor milik warga yang diparkir di tepi jalan dan masih ada kontaknya. Motor langsung distarter begitu saja dan dinaiki,” papar Koordinator Relawan Poldes Sidoharjo, Alfian Rendi Prasetyo, ditemui di lokasi kejadian, Selasa (22/6/2021) petang.

Saat mengambil motor Revo, rupanya ada beberapa pemuda karang taruna yang memergoki. Spontan, mereka langsung berusaha mengejar pria itu.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Siap Fasilitasi Kepulangan Vino, Bocah Yatim Piatu yang Viral Usai Isoman Sebatang Kara di Kutai Barat. Bupati Sampaikan Terimakasih ke Semua Pihak

Celakanya saat hampir tertangkap, pelaku malah nekat berusaha melawan dengan lemparan batu yang diambil dari sakunya.

“Di kantong jaketnya ternyata bawa batu ada uang recehan juga. Tapi akhirnya berhasil diamankan karang taruna, warga dan relawan. Lalu dibawa ke posko Poldes di Gebung sini,” terang Rendi.

Alfian Rendi Prasetyo. Foto/Wardoyo

Pelaku dan sepeda motor yang diambilnya kemudian diamankan ke Mako Poldes. Rendi menyebut dirinya langsung berkoordinasi dengan Polsek Sidoharjo untuk mengamankan pelaku dan melacak sepeda motor yang dibawa sebelumnya.

Sekitar pukul 15.30 WIB, tim Polsek dan Trantib Sidoharjo tiba di lokasi. Tim kemudian mengamankan pelaku dan membawa sepeda motor Supra yang ditinggalkan saat ngglasar.

Dari hasil pelacakan nomor polisi, sepeda motor Supra itu ternyata milik warga Masaran dan identitas pelaku berhasil terungkap.

“Pelaku ternyata memang mengalami gangguan jiwa. Sebelumnya jam 14.00 WIB ngambil sepeda motor Supra milik warga di Masaran. Baru kemudian dinaiki ke sini. Sempat ngglasar lalu motornya itu kehabisan bensin kemudian ditinggal di jalan. Lalu jalan lagi ngambil motor lain di sini. Tadi dibawa ke Polsek Masaran,” timpal Kadus Patihan, Supardi.

Lebih lanjut, Rendi menyampaikan pelaku diamankan di Posko Poldes karena sempat rame jadi tontonan warga. Beruntung pelaku lolos dari amukan warga karena langsung dibawa ke posko.

Baca Juga :  Banyak Pegawai Bank Positif Terpapar Covid-19, Pimpinan OJK Solo Minta Waspadai Varian Delta. 510 Insan Perbankan di Sragen Hari Ini Disuntik Vaksin

“Tadi langsung saya minta dievakuasi dan diamankan ke mako. Karena dia juga ngamuk menyerang warga mau lempar pakai batu,” terangnya.

Sepeda motor yang diambil pelaku sempat diamankan di Mako Poldes. Foto/Wardoyo

Dari keterangan petugas, pelaku diketahui sudah lama mengidap gangguan kejiwaan atau ODGJ.

Perangainya selain suka ngamuk, pelaku juga diketahui sering mengambil sepeda motor warga yang kuncinya tertinggal di motor.

Atas kejadian itu, Rendi berpesan kepada warga agar senantiasa berhati-hati jika memarkirkan sepeda di lokasi terbuka.

Ia berharap jika diparkir dan ditinggal aktivitas, agar dikunci setang untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

“Khususnya kalau parkir di depan rumah mohon untuk kunci motor harus tetap dicabut. Kasus ini sebagai pengalaman untuk masyarakat semua agar tetap waspada,” tandasnya. Wardoyo