Beranda Daerah Sragen Klaster Sekolah Merebak, Dinas Pendidikan Sragen Larang Rapat-Rapat Guru di Sekolah. Buntut...

Klaster Sekolah Merebak, Dinas Pendidikan Sragen Larang Rapat-Rapat Guru di Sekolah. Buntut 3 Sekolah Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Puluhan Guru Terpapar

Sebelumnya, tiga sekolah yang menjadi klaster baru penularan covid-19 itu masing-masing SDN Gemolong atau yang dulu SBI Gemolong, MIR dan MIN 4 Sragen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan adanya klaster sekolah tersebut. Menurut data yang diterimanya, sejauh ini ada tiga sekolah yang puluhan guru dan karyawan serta siswa terpapar positif.

Masing-masing SDN Gemolong 9 orang positif, MIR ada 12 positif dan MIN 4 Sragen ada 13 positif. Sehingga total dari 3 sekolah itu ada 34 orang guru dan lainnya yang positif.

“Total ada 72 yang diswab di 3 sekolah itu. Hasilnya ada 34 yang positif. Mereka yang positif semuanya diisolasi di Technopark Sragen,” papar Tatag kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (12/6/2021).

Baca Juga :  PGRI Sragen Santuni Korban Kebakaran di Gemolong

Tambahan 34 kasus dari klaster sekolah itu turut menyumbang ledakan covid-19 pada beberapa hari terakhir.

Termasuk pada Sabtu (11/6/2021) yang terjadi ledakan dengan tambahan 146 kasus positif baru dan memecahkan rekor baru penambahan covid-19 harian sepanjang sejarah pandemi di Sragen.

Klaster sekolah itu juga diperkuat keterangan seorang guru madrasah ibtidaiyah (MI) di Gemolong saat menceritakan pengalamannya terpapar covid-19 di hadapan Gubernur Jateng yang berkunjung ke Technopark Sragen, Sabtu (11/6/2021).

Guru perempuan itu mengaku merasa tertular covid-19 hanya gara-gara abai sekejap membuka masker saat foto-foto selfie bersama di acara perayaan bersama guru lainnya.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.