JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nyesek Banget, Curhat Emak-Emak Singopadu Penghuni Technopark ke Bupati Sragen: Di Sini Kami Sehat, Mengapa di Luar Dipandang Hina oleh Masyarakat!

Bupati dan Sekda Sragen saat berinteraksi dengan emak-emak dan warga positif covid-19 di Technopark Sragen, Sabtu (19/6/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ledakan kasus covid-19 Sragen yang mencatat rekor baru pada Jumat (18/6/2021) membuat Bupati dan jajaran kembali terjun mengecek lapangan.

Salah satunya dengan mengunjungi lokasi isolasi mandiri pasien covid-19 di Technopark Sragen, Sabtu (19/6/2021) pagi.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambangi Technopark didampingi Sekda Tatag Prabawanto bersama beberapa pejabat eselon II.

Di lokasi yang menjadi tempat isolasi terpusat pasien positif tanpa gejala itu, Bupati Yuni menyempatkan berinteraksi dengan warga yang menjalani isolasi.

Dari jarak beberapa meter, beberapa pasien perempuan sempat ditanya kondisi dan keluhannya. Salah satunya seorang ibu paruh baya yang mengaku berasal dari Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo.

Melihat kedatangan bupati, emak-emak itu kemudian menyampaikan uneg-unegnya.

“Bu Bupati, di sini kan kita sehat. Tapi kenapa di luar dipandang hina oleh masyarakat. Solusinya gimana Bu itu,” ujar emak-emak itu diamini beberapa rekannya.

Mendengar curhatan itu, Bupati langsung menyahut.

“Yang mandang hina siapa. Nggak ada lah yang mandang hina,” ujar bupati menenangkan.

Baca Juga :  Menengok Desa Pengkok, Desa dengan Kurban Terbanyak Tiap Tahun di Kabupaten Sragen. Tahun Ini Sembelih 166 Sapi dan 91 Kambing, Sampai Sering Dijuluki Serambi Mekahnya Bumi Sukowati

Sekda Tatag Prabawanto pun tak kalah reaktif mendengar curhatan itu. Ia langsung menjawab bahwa semua yang ditempatkan di Technopark memang dalam kondisi sehat.

Akan tetapi karena statusnya terkonfirmasi dan tanpa gejala, sehingga harus menjalani isolasi mandiri di Technopark. Ia pun memastikan nantinya setelah sembuh dan pulang, semua akan baik-baik saja.

“Njenengan itu di sini karena OTG. Segala sesuatu kadang-kadang memang menakutkan. Nah untuk itu panjenengan harus patuh protokol kesehatan. Ndak usah khawatir, nanti kami akan sosialisasi, sehingga pas pulang semua bisa menerima,” ujarnya.

Senada, Bupati Yuni kembali menegaskan bahwa pihaknya akan meminta kepala desa, perangkat bersama RT untuk terjun melakukan sosialisasi ke warga.

Bahwa apabila ada warga yang positif dan sembuh dari isolasi mandiri di technopark agar bisa diterima seperti sedia kala.

“Nanti biar disosialisasikan oh warga ini, ibu-ibu di RT ini rumah nomor ini pulang sudah sembuh dan dapat surat sehat kan bisa jadi bukti. Nggak usah khawatir, nanti kita yang sosialisasi. Paham ya, yang semangat ya Buk,” ucap Yuni.

Baca Juga :  Patuhi SE Menteri Agama, Bupati Sragen Salat Idul Adha Bareng Keluarga dan Penjaga Rumdin di Pendopo. Serahkan 3 Ekor Sapi untuk Kurban

Kepada wartawan, bupati menyampaikan selain keluhan soal stigma pasca kesembuhan, para warga OTG itu juga sempat menyampaikan permintaan sarana olahraga untuk hiburan.

“Mereka minta kita lebih menyosialisasikan ke masyarakat bahwa pasca dirawat di Technopark berarti sudah sembuh. Jadi bisa diterima kembali bermasyarakat dengan baik dan tidak dijauhi,” tandasnya. Wardoyo