JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebulan Lebih Digantung, Puluhan Buruh Pabrik PT SPG Sragen Demo Tuntut Kejelasan Nasib. Libur Tak Pasti, THR pun Dicicil

Aksi demo buruh pabrik PT SPG Sragen, Senin (14/6/2021). Foto/Wardoyo


Aksi demo buruh pabrik PT SPG Sragen, Senin (14/6/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan buruh pabrik PT SPG Sragen di Purwosuman, Sidoharjo yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Sragen menggelar aksi demo, Senin (14/6/2021).

Mereka menuntut kejelasan nasib mereka usai diliburkan hampir satu bulan lebih sejak Lebaran.

Tidak hanya itu, mereka juga mempertanyakan tunjangan hari raya (THR) yang saat ini belum dibayar lunas tapi baru dicicil.

Aksi demo digelar di depan pintu gerbang masuk pabrik yang berlokasi di tepi jalan raya Sragen- Solo itu.

Puluhan buruh perempuan bahkan menduduki pintu masuk pabrik tersebut. Aksi demo dipicu kebijakan manajemen yang tak kunjung ada kejelasan nasib buruh.

Sebab sejak meliburkan buruhnya mulai libur hari raya Idul Fitri tahun 2021 hingga saat ini belum ada kepastian apakah dipekerjakan kembali atau tidak dan kapan akan mulai bekerja.

Selama libur buruh juga tidak pernah mendapat hak atas upahnya. Dari informasi yang disampaikan, libur tersebut mulai dijalani buruh sejak 9 Mei 2021-24 Mei 2021.

Kemudian berlanjut dari tanggal 25 Mei sampai 2 Juni 2021. Lalu diperpanjang lagi dari tanggal 3 Juni 2021 sampai 13 Juni 2021.

Ketua DPC SBSI 1992 Sragen, Joko Supriyanto mengatakan pihaknya bersama sejumlah buruh nekat mendatangi pabrik dengan tujuan meminta kepastian nasib para buruh yang saat ini sudah menganggur hampir satu bulan lebih.

Baca Juga :  Kisah Pilu di Hari Idul Adha, Sutarman Malah Ditemukan Tewas di Rumahnya. Tak Ada Keluarga yang Menemani, Sudah 10 Hari Sakit-Sakitan

“Kita cuma mempertanyakan teman-teman masuk kerja lagi kapan. Karena ketentuan untuk liburnya sudah habis kemarin dan harusnya hari ini sudah masuk kerja lagi. Makanya teman teman ini menanyakan nasib mereka,” paparnya.

Joko Supriyanto. Foto/Wardoyo

Menurutnya, aksi juga dipicu karena ratusan buruh diliburkan kerja tanpa ada alasan. Selain itu terdapat beberapa buruh yang bekerja di lingkungan pabrik PT SPG Sragen juga ikut diliburkan sampai saat ini.

“Buruh yang diliburkan hampir 150 orang dan ini ada pabrik produksi yang berbeda. Pertama ini ada teman teman yang dari tenun tekstil pengolahan benang ke kain. Terus ada pabrik makroni tapi paling banyak teman-teman yang dari pabrik tenun atau textile ini,” bebernya.

Hak THR dan Kejelasan Masuk

Ketua serikat pekerja di perusahaan PT SPG Sragen, Giman menyampaikan buruh hanya menuntut hak-hak mereka sebagai buruh.

Jika pabrik mau ditutup atau diliburkan ia berharap hak yang sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Kami hanya menuntut hak kami. Soalnya ini THR aja dicicil mas dan ini cicilan pertama dibayar 10% dan kami menuntut hak hak kita udah diliburkan ini,” terangnya.

Katik (41) buruh pabrik PT SPG Sragen juga ikut menyampaikan, pihaknya sudah bekerja sejak 3 tahun. Namun mengalami problem bekerja selama ini yang paling parah yakni tahun ini.

Baca Juga :  SMKN 1 Kedawung Sragen Raih Penghargaan Top Institution for Graduate Employability dari Medion. Kepsek Sebut Wujud Pengakuan Dunia Usaha dan Industri!

“Liburnya ini ditambah lagi, ini saya sudah nganggur satu bulan lebih dan ini saja untuk THR kemarin dicicil 10% selama 7 kali. Awalnya 30% lalu dibayar 7 kali ke depan. Mami minta kejelasan mas, soalnya selama diliburkan ini kita nganggur di rumah tidak ada pekerjaan,” ujarnya.

Sayangnya, hingga beberapa jam aksi digelar, tidak ada perwakilan manajemen pabrik yang beritikad menemui buruh atau serikat buruh. Mereka mengancam akan terus menggelar aksi sampai ada kejelasan nasib dan hak mereka terpenuhi. Wardoyo