JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Benarkah Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Terpapar Covid-19? Ini Sejumlah Hasil Penelitiannya

ilustrasi berjemur / pixabay


JOGLOSEMARNEWS.COM — Pandemi Covid-19 banyak orang berburu berbagai vitamin dengan alasan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu cara yang banyak dilakukan masyarakat untuk mendapatklan vitamin D adalah dengan cara berjemur di pagi hari.

Vitamin D dipercaya berperan penting dalam proses pencegahan sekaligus pengobatan infeksi virus corona. Secara alami, vitamin ini sudah ada di dalam tubuh manusia dan mampu diproduksi tubuh dari sinar matahari yang diserap kulit.

Untuk itu, masyarakat disarankan berjemur selama masa pandemi ini. Tetapi, benarkah vitamin D b isa turunkan risiko terkena Covid-19?

Banyak penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat mencegah virus corona menginfeksi sistem dalam tubuh.

Advertisement

Selain itu, banyak hasil penelitian yang juga menunjukkan vitamin D membantu pemulihan lebih cepat pada pasien positif Covid-19.

Baca Juga :  Hati-hati Jika Sering Mual dan Sakit Kepala Selama WFH! Jangan-jangan Zoom Fatigue

Penelitian Soal Vitamin D Terkait Covid-19

Sebuah studi yang dilakukan Universitas Boston terkait jumlah vitamin D yang cukup dapat mencegah memburuknya kondisi pasien Covid-19 dan juga mengurangi kebutuhan oksigen.

Berdasarkan laporan tersebut, yang dilakukan terhadap pasien Covid-19 dengan usia di atas 40 tahun, hasilnya menunjukkan sebanyak 9,7 persen pasien meninggal karena kekurangan vitamin D.

Sementara 20 persennya mengalami pemulihan yang cepat lantaran memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh.

Tim peneliti Universitas Northwestern juga melakukan penelitian terkait hubungan antara kekurangan vitamin D dengan infeksi virus corona.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi diketahui memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Kendati begitu, para peneliti memberikan catatan terhadap hasil penelitian mereka. Butuh penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan hubungan antara tingkat infeksi virus dan vitamin D dari berbagai negara.

Baca Juga :  Jahe Baik untuk Kesehatan, Tapi Jika Dikonsumsi Berlebih Bisa Sebabkan Ini...

Perlu Penelitian Lanjutan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Zubairi Djoerban, menanggapi penelitian tersebut. Melalui laman Instagramnya, ia mengatakan penelitian lanjutan perlu dilakukan sebab terdapat perbedaan kualitas perawatan kesehatan, tingkat tes, usia populasi, atau jenis virus yang berbeda di setiap negara.

“Intinya, belum cukup data untuk bisa mengatakan vitamin D dapat mencegah seseorang terinfeksi Covid-19,” tulisnya.

Hasil penelitian tersebut setali tiga uang dengan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Network Open pada 3 September 2020.

Penelitian tersebut mengungkapkan dari pengamatan terhadap 489 pasien dari sistem kesehatan Universitas Chicago, sekitar satu dari tiga di antaranya mengalami kekurangan vitamin D.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua