JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Disebut Mati Syahid, Foto Rini Ibu Muda Asal Sragen yang Meninggal Usai Lahirkan Bayi dalam Kondisi Terpapar Covid-19 Langsung Viral. Wajahnya Banyak Hiasi Story-Story WA

Foto kenangan almarhumah Rini, ibu muda yang meninggal usai melahirkan bayi dalam kondisi terpapar Covid-19 menghiasi beranda story WA warga di Bedoro Sambungmacan Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden tragis yang merenggut nyawa Rini Anggraeni (23), ibu muda asal Sragen yang meninggal terpapar covid-19 usai melahirkan bayi perempuannya, Rabu (21/7/2021) malam menyajikan cerita mengharukan.

Kepergian tragis sang ibu muda nan rupawan itu mendadak menghadirkan keharuan di banyak kalangan.

Tak hanya keluarga dan warga sekitar, warga di luar daerah yang mengenang perjuangan almarhumah turut hanyut dalam empati.

Bahkan sejak kabar meninggalnya almarhumah, foto-foto semasa hidupnya langsung viral.

Foto Rini dengan baju putih berhijab dengan wajah tersenyum mendadak langsung menghiasi beranda story WA warga di wilayah tanah kelahirannya di Bedoro, Sambungmacan.

“Iya semalam begitu dapat kabar almarhumah meninggal di RS PKU Karanganyar, kami langsung berangkat menjemput jenazahnya untuk dibawa ke tanah kelahirannya di Bedoro. Sesuai wasiatnya dia ingin dimakamkan di tanah kelahirannya,” papar Kades Bedoro, Pri Hartono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (22/7/2021).

Kades Pri menguraikan kepergian Rini yang cukup tragis memang menuai banyak empati dari kolega maupun warga.

Bahkan saat dirinya membuat status dengan memajang foto almarhumah disertai doa, banyak warga yang melihat langsung meng-copy dan ikut memasang foto yang sama.

“Tadi malam saya buat status pakai foto almarhum. Langsung semua yang di WA saya pada bikin semua. Karena memang kisahnya sangat menyentuh. Almarhumah rela bertaruh nyawa demi melahirkan sang buah hati yang lama dinanti. Banyak yang ikut berduka,” tutur Kades.

Baca Juga :  Innalillahi, Guru SMKN 1 Gondang dan Mantan Komisioner KPU Sragen Meninggal Dunia Terpapar Covid-19. Satu Anggota Keluarga Juga Positif

Pri Hartono juga sempat mengunggah postingan di akun FB perihal kisah tragis perjuangan almarhumah.

Dalam sekejap, postingan itu juga menyebar di media sosial dan viral. Hampir semua komentar dan reaksi menunjukkan duka mendalam dan empati untuk perjuangan maha berat yang dialami Rini.

Bahkan tak sedikit yang menyebut kepergian almarhumah tergolong mati syahid karena meninggal saat melahirkan.

“Semoga meninggalnya almarhumah Syahid Ya Allah. Amin YRA” tulis Pri Hartono di status FB-nya yang disertai foto almarhumah berikut sang bayi.

Rini adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia menikah dengan Sodiq, asal Seloromo, Jenawi, Karanganyar.

Mereka berprofesi swasta. Kisah haru itu bermula ketika almarhumah hamil anak kedua dari pernikahannya bersama Sodiq.

Dari awal kehamilan, semua terbilang lancar. Namun menjelang persalinan, si jahat virus Covid-19 mendadak bersarang di tubuh ibu muda kelahiran 17 Maret 1998 silam itu.

Virus itu merusak kebahagiaan dengan muncul melalui gejala batuk pilek hingga menyerang fungsi pernafasan.

Meski begitu, dalam kondisi positif dan mengalami gejala, almarhumah tetap berjuang untuk melakukan persalinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Dengan sekuat tenaga yang tersisa, almarhumah melewati masa persalinan dengan dramatis. Sang bayi lahir dengan selamat tak kurang satu apapun sekira enam hari lalu.

Namun pasca persalinan, kondisi almarhumah mengalami perburukan. Hingga akhirnya, takdir pun berkata lain dan Rini harus berpulang menghadapi sang pencipta Rabu (21/7/2021) malam sekira pukul 23.50 WIB.

Baca Juga :  Patuhi SE Menteri Agama, Bupati Sragen Salat Idul Adha Bareng Keluarga dan Penjaga Rumdin di Pendopo. Serahkan 3 Ekor Sapi untuk Kurban

“Almarhumah itu awalnya memang warga kami yang tinggal di Dukuh Pucang, Bedoro. Setelah menikah dan hamil, kemarin menjelang persalinan baru pindah ikut suami di Seloromo Jenawi, Karanganyar. Persalinan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar berhasil, bayinya lahir selamat. Tapi ibunya kondisinya positif dan terpaksa harus mendapat perawatan intensif di isolasi. Sebelum kemudian meninggal dunia tadi malam,” urai Pri Hartono.

Jenazah almarhumah kemudian dibawa ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan sesuai wasiat terakhirnya sebelum meninggal.

Kades Pri Hartono menyampaikan jenazah almarhumah tiba di Bedoro tadi pagi dan langsung dimakamkan secara protokol Covid-19.

Pemakaman selesai sekitar pukul 10.00 WIB diiringi linangan air mata. Tak hanya orangtua dan kerabat, warga sekitar yang mendengar kisah tragis almarhum turut merasakan duka mendalam dan kepergian Rini dengan air mata. Wardoyo