JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Josss, Tak Pernah Ada Konflik Saat Satpol PP Wonogiri Gelar Penertiban Selama PPKM Darurat, Ternyata ini Kuncinya

Kasatpol PP Wonogiri Waluyo memberikan pengertian kepada pengelola warung makan saat penerapan PPKM Darurat. Ilustrasi. Foto : Satpol PP Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama PPKM darurat, Satpol PP Wonogiri bersama tim gabungan rutin setiap hari melakukan operasi penertiban kepada pengelola warung makan dan tempat usaha lainnya. Namun demikian tidak pernah ada konflik sebagaimana terjadi di sejumlah daerah lainnya.

Usut punya usut ternyata Satpol PP Wonogiri melakukan pendekatan dengan hati dan humanis. Sehingga pihak yang diberi pengertian bisa memahami esensi dari penegakan aturan selama PPKM darurat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri Waluyo mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak menjatuhkan sanksi denda terhadap pedagang maupun pemilik toko yang melanggar aturan PPKM darurat di Wonogiri. Tak pernah ada konflik pula antara tim dengan pengelola tempat usaha.

“Kami lebih menekankan langkah edukatif. Pendekatan harus dilakukan dengan hati, ini yang ditekankan kepada anggota yang turun ke lapangan,” kata Waluyo, Jumat (16/7/2021).

Dengan pendekatan tersebut para pedagang maupun pemilik toko bisa memahami substansi dari keluarnya aturan PPKM darurat. Pihaknya juga bisa mengerti bahwa saat ini kondisi sedang serba sulit. Karena itu sanksi denda bagi pelanggar aturan PPKM darurat tak dijatuhkan.

Baca Juga :  Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri, Langkah ini yang Harus Dilakukan untuk Mengantisipasinya

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan tindakan tegas apabila ditemukan pedagang yang bandel melanggar aturan. Sanksi itu adalah pengamanan sebagian perlengkapan yang ada di warung.

“Itu untuk yang agak ngeyel, sudah dapat surat peringatan sebenarnya. Kami amankan sementara perlengkapannya misal tikar, dibawa ke kantor,” jelas Waluyo.

Berdasarkan kacamatanya, secara umum pedagang yang ada di kawasan Wonogiri sudah memahami aturan yang ada. Sementara itu, di 24 kecamatan lain pemantauan diserahkan kepada Satgas Penanganan COVID-19 di masing-masing kecamatan.

“Tim gabungan keliling terus setiap malam. Saat ini juga cukup baik, saya apresiasi. Ya memang ada satu dua yang melanggar, tapi secara umum baik,” jelas dia.

Waluyo menuturkan, masyarakat juga sudah memahami aturan tak boleh makan di tempat. Sebab saat patroli baru-baru ini di kawasan Wonogiri Kota tim gabungan sudah tidak menemukan adanya warga yang makan di tempat

Di lain sisi, Waluyo juga memastikan tidak ada konflik yang terjadi di Kota Sukses saat operasi PPKM darurat seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Tidak ada debat yang terjadi saat petugas melakukan edukasi dan juga operasi.

Baca Juga :  Miris, Gadis Yatim Piatu Positif COVID-19 Ditolak Warga Saat Isoman, Terjadi di Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri

“Sampai saat ini tidak ada seperti itu. Wonogiri sejuk, kita lakukan pendekatan hati ke hati. Yang kita butuhkan kerjasama dari masyarakat seluruhnya untuk menekan laju pandemi,” tandas dia.

Waluyo mengimbau agar masyarakat bisa mengikuti aturan yang ada. Pihaknya tak melarang masyarakat untuk jajan, pembeli bisa membawa pulang apa yang dibelinya. Aris