WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gelombang partisipasi warga dalam program Pekan Grebeg Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Wonogiri benar-benar tak bisa dianggap remeh. Angkanya bukan sekadar tinggi, tapi langsung menempatkan daerah ini di jajaran atas Jawa Tengah. Di balik lonjakan ini, peran warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wonogiri jadi salah satu kunci utama yang bikin program ini “meledak”.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno secara terang-terangan memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif LDII dalam menyukseskan program yang digagas pemerintah pusat hingga daerah ini. Dalam agenda Pekan Grebeg CKG yang digelar di aula Sasana Utama Pimpinan Cabang LDII Kecamatan Eromoko, Minggu (26/4/2026), ia menyampaikan langsung rasa salutnya.
“Atas nama pemerintah kabupaten kami sampaikan salut dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus DPD LDII Wonogiri, kami mendorong Ormas lain untuk berbuat hal yang sama agar kesehatan masyarakat luas terjamin atau paling tidak terdeteksi sejak dini,” tegas Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Antusiasme warga yang tinggi ini bukan tanpa alasan. Program CKG memang menjadi salah satu strategi penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak awal. Kolaborasi antara DPD LDII Wonogiri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) terbukti mampu menarik partisipasi besar, bahkan dalam satu kegiatan bisa menghadirkan ratusan hingga ribuan warga.
Ketua LDII Kabupaten Wonogiri, Sutoyo, mengungkapkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 tahun 2026. Tak berhenti di Eromoko, kegiatan serupa sudah dijadwalkan berlanjut di Kecamatan Jatipurno pada 23 Mei 2026.
“Kita prediksikan peserta mencapai seribu warga lebih, ini bentuk partisipasi kami atas program ‘sehat wargane’ yang menjadi agenda Pemkab Wonogiri khususnya dan Kemenkes RI pada umumnya,” jelas Sutoyo.
Dari sisi teknis, Dinas Kesehatan Wonogiri mengakui dampak nyata dari kolaborasi ini. Kepala Dinkes Wonogiri, Mubarok, menyebut pola pelaksanaan yang digabung dengan kegiatan pengajian terbukti efektif meningkatkan capaian program.
“Luar biasa di Eromoko ini, pelaksanaan CKG bersamaan dengan pengajian seperti hasilnya jelas signifikan Pak Bupati,” katanya.
Data terbaru menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Dari total target 1.018.292 jiwa di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 255.738 warga sudah mengikuti cek kesehatan gratis. Artinya, capaian sudah menyentuh 25,29 persen—angka yang cukup tinggi dan membawa Wonogiri masuk dalam peringkat atas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Lebih rinci lagi, capaian program ini juga terlihat pada berbagai kelompok usia:
✓ Bayi lahir: 7.166 total, sudah dicek 4.097 bayi (56,29%)
✓ Lansia: 223.454 total, sudah cek 62.907 jiwa (28,46%)
✓ Total warga: 1.018.292 target, 255.738 sudah cek (25,29%)
Angka-angka ini menunjukkan satu hal jelas: kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mulai meningkat, dan kolaborasi lintas elemen seperti LDII dengan pemerintah daerah menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Wonogiri akan menjadi salah satu daerah dengan deteksi kesehatan dini terbaik di Jawa Tengah—bahkan nasional. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















