JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kemenag Sragen Umumkan Tidak Boleh Ada Salat Idul Adha Berjamaah. Masyarakat Diminta Salat Ied di Rumah Masing-Masing!

Hanif Hanani. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen resmi mengumumkan tidak boleh ada penyelenggaraan salat Idul Adha berjamaah pada perayaan Idul Adha tahun ini.

Sebaliknya, masyarakat dan umat muslim diimbau untuk menunaikan salat Idul Adha di rumah masing-masing. Peniadaan Salat Idul Adha berjamaah itu dikarenakan situasi pandemi covid-19 yang masih tinggi dan saat ini masuk masa PPKM Darurat.

Kepala Kantor Kemenag Sragen, Hanif Hanani mengatakan peniadaan Salat Idul Adha berjamaah itu disampaikan mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021.

SE itu berisi tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha lengkap dengan petunjuk teknis pelaksanaan Qurban tahun 1442 H di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca Juga :  Menengok Desa Pengkok, Desa dengan Kurban Terbanyak Tiap Tahun di Kabupaten Sragen. Tahun Ini Sembelih 166 Sapi dan 91 Kambing, Sampai Sering Dijuluki Serambi Mekahnya Bumi Sukowati

“Sudah kita sosialisasikan. Intinya tidak boleh menyelenggarakan peribadatan di tempat ibadah seluruhnya. Tidak hanya muslim tapi seluruhnya selama PPKM Darurat sampai PPKM ini berakhir,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (15/7/2021).

Mengacu SE itu, maka penyelenggaraan Salat Idul Adha berjamaah nantinya juga ditiadakan.

Kebijakan peniadaan Salat Idul Adha berjamaah itu juga berlaku di Sragen karena saat ini Sragen juga masuk zona tiga.

“Iya nggak boleh (Salat Idul Adha berjamaah). Karena Sragen termasuk zona tiga,” urainya.

Pihaknya mengimbau masyarakat bisa menunaikan Salat Idul Adha di rumah masing-masing.

Kemudian penyembelihan hewan kurban juga diminta tidak dijadikan di satu tempat melainkan terpisah-pisah untuk menghindari kerumunan. Wardoyo