JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Tragis Nunggu Hasil PCR, Pasien Covid-19 di Sragen Mendadak Kejang-Kejang Lalu Meninggal Dunia. Kadesnya Sampai Berjuang Nyopiri Ambulans Sendiri Pakai APD

Kades Bedoro, Prihartono duduk menunggu di pintu gerbang ruangan jenazah setelah salah satu warganya yang diantar pakai ambulans ke RSUD gagal tertolong dan meninggal usai kejang-kejang, Jumat (2/7/2021). Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah tragis perjalanan pasien covid-19 terjadi di Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen.

Seorang pasien dengan hasil swab antigen positif mendadak mengalami kejang-kejang dan kemudian meninggal dunia, Jumat (2/7/2021).

Pasien malang berjenis kelamin laki-laki itu diketahui berinisial W (46) berasal dari Dukuh Bero, Desa Bedoro.

Tragisnya, pria yang berprofesi karyawan swasta itu meninggal saat menunggu hasil tes PCR untuk memastikan kondisinya dan perawatannya.

Advertisement

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian bermula ketika pada Selasa (29/6/2021) lalu, W dinyatakan positif dari hasil swab antigen.

Untuk memastikan kondisinya, hasil swab ditindaklanjuti dengan tes PCR. Sembari menunggu keluarnya hasil PCR, W menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selama tiga hari berjalan, kondisi W memang kurang stabil. Sebelum kemudian sore tadi, tubuh W mendadak mengalami kejang-kejang.

“Selasa lalu diswab antigen hasilnya positif. Nah sebenarnya tinggal nunggu hasil PCR. Tapi tadi tiba-tiba kejang-kejang lalu dalam perjalanan menuju rumah sakit meninggal dunia,” papar Kades Bedoro, Prihartono dikonfirmasi Joflosemarnews.com, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga :  Bikin Resah, Bandar Judi Hongkong Digerebek di Pos Ronda Gemolong Sragen. Diamankan Uang Tunai dan 2 Bendel Keplek

Kades menguraikan W meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Kebetulan ia sendiri yang mengemudikan ambulans dan mengantar W dalam perjalanan ke rumah sakit.

Saat dijemput di rumahnya, kondisi W memang sudah mengalami perburukan dan mengejang. Tanpa pikir panjang, Kades mengaku langsung memakai APD lalu membawa W ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk mendapatkan perawatan.

Sayangnya, takdir berkata lain. Perjuangannya berjibaku mengantar W gagal. Dalam perjalanan, W sudah mengembuskan nafas terakhirnya. Sehingga sesampai di rumah sakit, W langsung dibawa ke kamar jenazah dan dilakukan pemulasaraan dengan protokol covid-19.

“Kebetulan tadi pas dapat laporan kejang, sopir ambulans baru mandi. Daripada kelamaan, secara spontan saya langsung pakai APD langsung saya sopiri dan bawa ke RSUD. Tapi di perjalanan sudah nggak ada,” tutur Kades.

Baca Juga :  Seru, Duet dengan Peraih Emas Olimpiade, Pengusaha Kenamaan Sragen Billy Haryanto Sempat Bikin Pelatih Richard Mainaky Jatuh Bangun

Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memang memiliki riwayat komorbid paru-paru dan pernah menjalani pengobatan TBC.

W kemudian dimakamkan malam ini di pemakaman desa setempat pukul 22.00 WIB secara protokol covid-19. Wardoyo