JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Okupansi Anjlok, 125 Hotel dan Restoran di DIY Pilih Tutup Sementara

ilustrasi hotel / pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketimbang tetap beroperasi tapi nanggung dan merugi selama PPKM Darurat, akhirnya sebanyak 125 hotel dan restoran di DIY pilih tutup sementara.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono.

Dia mengungkapkan, awalnya sejak 3 Juli 2021 beberapa hotel dan restoran di DIY masih melayani tamu.

Dua hari setelah itu dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai terasa.

Hotel di DI Yogyakarta mulai sepi wisatawan, tingkat okupansi pun terus melorot dan sampai hari ini diakui oleh Deddy tingkat huniannya hanya 0 hingga 6 persen, baik hotel berbintang maupun non bintang.

“Situasi PHRI DIY kritis dengan adanya PPKM Darurat. Dan saat ini diperpanjang 5 hari lagi. Saat ini sudah ada tambahan 25 hotel dan restoran yang tutup. Totalnya sudah 125 hotel dan restoran sementara tak beroperasi,” ungkapnya, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga :  Polisi Amankan 13 Pelajar, 5 Unit Motor dan Gir di Sewon, Bantul

Ia menjelaskan, sejak 3 Juli penghasilan hotel terus menurun, bahkan ada beberapa hotel yang tidak mendapat pemasukan sama sekali.

“Tapi biaya operasional tetap jalan. Contoh gaji karyawan, listrik, tagihan BPJS dan lainnya,” jelas Deddy.

Dirinya meminta kepada pemerintah agar para pelaku industri pariwisata khususnya bidang perhotelan mendapat solusi atas keterpurukannya saat ini.

“Hal itu kami harapkan sekali karena itu menjadi oksigen bagi kami. Kami masih punya sisa semangat,” tutur Deddy.

Untuk menjaga api semangat para anggotanya, PHRI DIY memunculkan gerakan From Jogja With Love.

Baca Juga :  Banjir di Gunungkidul, Dua Pelajar dengan Sepeda Motornya Sempat Hanyut Terbawa Arus

Gerakan itu berupa aksi seremonial yang ditujukan sejumlah anggota PHRI DIY dengan menyalakan lampu hotel berbentuk hati.

“Aksi itu menandakan bahwa kami masih punya semangat untuk berjuang melawan pandemi Covid-19. Tapi kami tidak sendiri, kami butuh uluran tangan pemerintah,” tegasnya.

Data terkini PHRI DIY sedikitnya ada sekitar 33.000 karyawan yang menggantungkan hidup di hotel dan restoran di DIY.

Dampak itu dinilai Deddy sangat lah luas, karena rata-rata dari pekerja hotel itu merupakan tulang punggung keluarga.

“Adanya itu ya beberapa ada yang dirumahkan dan PHK. Cuma data pastinya kami belum bisa kami sampaikan karena baru dikoreksi,” terang dia.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com