JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pengumuman, Mulai Malam Ini Listrik di Jalur Sragen Kota Bakal Dipadamkan Total. Buntut PPKM Darurat Kasus Covid-19 Malah Meledak dan Banyak Warga Ngeyel Berkerumun

Situasi jalan raya Sukowati dan Kota Sragen tampak lengang padahal baru pukul 21.04 WIB, Rabu (7/7/2021) malam. Pembatasan kegiatan masyarakat dan patroli rutin aparat menjadikan semua aktivitas malam berhenti. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen memutuskan untuk mematikan semua lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Sragen Kota mulai malam ini, Senin (12/7/2021) hingga 20 Juli mendatang.

Pemadaman dilakukan untuk menekan mobilitas dan aktivitas warga pada malam yang dipandang belum mengalami perubahan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sepekan terakhir.

Pemadaman listrik wilayah kota itu diumumkan melalui Surat Edaran yang ditandatangani Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, Senin (12/7/2021).

Dalam SE bernomor 300/515/037/2021 itu disampaikan pemadaman dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi kedaruratan Covid-19 di Kabupaten Sragen melalui video conference yang digelar, Senin (12/7/2021).

“Hasil rapat salah satunya memutuskan bahwa selama pelaksanaan PPKM darurat di wilayah perkotaan masih banyak aktivitas warga yang berpotensi terjadi kerumunan. Hal itu dikawatirkan dapat menimbulkan penyebaran covid-19, sehingga untuk menekannya akan dilakukan pemadaman listrik,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Sekda menyampaikan pemadaman lampu penerangan jalan itu dilakukan di semua titik di sepanjang jalan raya Sukowati.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sragen Prihatin Banyak Warga Isoman Makin Pusing Dikejar-Kejar Cicilan dan Tagihan. Pemerintah Diminta Pikirkan Kebijakan Bantu Masyarakat!

Kemudian beberapa fasilitas umum seperti Alun-alun dan Taman Kridho Anggo juga akan dipadamkan. Pemadaman dilakukan mulai malam ini sampai tanggal 20 Juli antara pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Menurutnya, dengan situasi gelap tanpa listrik, diharapkan bisa menekan mobilitas dan aktivitas warga. Sebab hasil evaluasi selama sepekan PPKM darurat tidak efektif menurunkan aktivitas warga di jalur kota pada malam hari.

“Hasil evaluasi, masih banyak kerumunan dan aktivitas warga pada jam-jam tersebut. Hal itu sangat rawan terjadi penularan Covid-19 mengingat kalau malam hari tingkat imunitas menurun dan aktivitas warga juga tidak terkontrol,” tukasnya.

Ia berharap masyarakat memahami dan menyadari kebijakan itu. Sebab semua dilakukan semata-mata demi menekan angka kasus covid-19 sekaligus demi kepentingan bersama.

Sebagaimana diketahui, dari hasil evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021, angka kasus Covid-19 di Sragen justru meroket hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga :  Penuh Haru, Pemakaman Jenazah Rini Ibu Muda Asal Sragen yang Bertaruh Nyawa Lawan Jahatnya Covid-19 Diiringi Hujan Air Mata. Ibunya Sampai Histeris dan Pingsan, Banyak Warga Ikut Menangis

Jika di awal PPKM angka kasus sempat menurun hingga tinggal 400 kasus positif aktif, di akhir pekan pertama Minggu (11/7/2021) kemarin justru kasusnya meledak terus hingga mencapai 947 kasus positif aktif. Wardoyo