Beranda Daerah Boyolali PPKM Diperpanjang Lagi, Tinggal Dua Titik Penyekatan Dipertahankan di Boyolali

PPKM Diperpanjang Lagi, Tinggal Dua Titik Penyekatan Dipertahankan di Boyolali

Petugas tengah berjaga-jaga di titik penyekatan pertigaan Randusari, Kecamatan Teras / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM PPKM Darurat kembali diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus mendatang. Namun, Polres Boyolali pun mulai membuka sejumlah titik penyekatan jalan yang ada.

Sebelumnya, penyekatan dilakukan di 23 titik jalan di kawasan masuk kawasan Boyolali Kota. Selain itu, penyekatan juga dilakukan di dua exit tol yaitu exit tol Mojosongo dan exit tol Bandara.

“Hanya ada dua titik yang dipertahankan. Yaitu, pertigaan Randusari dan  perempatan terminal lama Boyolali,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, Senin (26/7/2021).

Dengan penyekatan tersebut, maka kendaraan dari arah timur atau Solo tetap dibelokkan ke selatan lewat Randusari. Kemudian belok lagi ke barat di pertigaan Butuh hingga tembus Jalan Lingkar Selatan.

“Sedangkan kendaraan dari arah barat atau Semarang langsung dialihkan melalui Jalan Lingkar Utara,” ujar Kapolres.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah membuka kembali exit tol Mojosongo. Sebelumnya, exit tol tersebut dijaga ketat selama 24 jam oleh petugas gabungan TNI-Polri serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali.

Baca Juga :  Kolaborasi Mahasiswa KKN UNS dan Warga Ngargorejo Sulap Eceng Gondok Jadi Piring Organik

“Hanya kendaraan kritikal dan esensial saja yang dizinkan melintas. Namun, kini exit tol Mojosongo juga sudah dibuka.”

Disinggung mengenai mobilitas warga selama PPKM Darurat, pihaknya meyakinkan terjadi penurunan yang signifikan.

Bahkan, dari pantauan yang ada, penurunan mobilitas mencapai 70 persen. Contoh nyata bisa dilihat kondisi Jalan Pandanaran, Boyolali.

“Bahkan keseharian Jalan Pandanaran sering macet, namun selama PPKM Darurat lengang,” papar dia.

Tak hanya itu saja, penurunan mobilitas masyarakat juga berdampak positif terhadap penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, kasus aktif mencapai 4.000-an kasus. Namun setelah ada PPKM Darurat, maka kasus aktif turun menjadi 2.050.

“Namun, ini semua tak boleh membuat kita terlena. Justru harus ada kerja lebih keras untuk menurunkan lagi kasus aktif yang ada.”

Pihaknya meminta masyarakat agar tidak memaksakan diri bepergian jika tidak benar- benar penting. Lebih baik tetap tinggal di rumah dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

Apalagi dengan dukungan Pemkab Boyolali melalui program Boyolali Minggu di Rumah Saja.

“Kami juga mengajak masyarakat tetap menerapkan prokes melalui gerakan 5M,” ujarnya. Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.