JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Dinyatakan Positif oleh Puskesmas, Penggelar Hajatan di Desa Jenar Secara Mengejutkan Bawa Hasil Swab Berbeda ke KUA. Kok Bisa?

Aparat Polsek, Koramil dan Satpol PP Jenar saat membubarkan paksa hajatan campursari warga Dukuh Dukuh Desa Jenar Sragen, Rabu (29/7/2021) malam. Foto/Istimewa


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pembubaran hajatan campursari di pernikahan yang digelar Sarno, warga Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Rabu (28/7/2021) malam lalu terus berbuntut panjang.

Ternyata belakangan muncul fakta baru bertolak belakang soal hasil swab terhadap mempelai dan keluarganya.

Pihak keluarga empunya hajat secara mengejutkan mengantongi hasil swab baru yang menunjukkan negatif Covid-19.

Hasil negatif itu ditunjukkan dari swab ulang yang dilakukan sesaat setelah hasil swab dari Puskesmas Jenar yang menunjukkan hasil positif.

Advertisement

Swab di Puskesmas dilakukan sehari sebelum ijab kabul digelar. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jenar, Sugimanto mengungkapkan memang sebelum ijab, sempat mendapat laporan dari Puskesmas bahwa ada 2 orang yang positif dari keluarga Pak S yang akan menikahkan anaknya.

Baca Juga :  Makin Panas, Warga Tuding Kades Tak Jujur Soal Pembangunan PT Glory. Sebut Kami Tunggu di Persidangan!

Namun setelah itu, Pak S kemudian melakukan swab ulang di salah satu dokter di Sambungmacan dan hasilnya ternyata berbeda yakni negatif.

“Itu betul Pak (negatif). Jadi awalnya dari Puskesmas memang swabnya dinyatakan positif (pengantin perempuan dan bapaknya). Tapi diswab lagi di Sambungmacan negatif Pak. Buktinya ada kok Pak,” papar Sugimanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (30/7/2021).

Sugimanto menyampaikan hasil swab yang berbeda itu dilakukan Pak S di salah satu Bu Dokter di Sambungmacan. Karena swabnya negatif, pihaknya akhirnya merekomendasi untuk boleh dilangsungkan ijab kabul.

Baca Juga :  Bangkitkan Memori Kejayaan Tinju Sragen, Pertina Gelar Duel Meet Versus Ngawi. Jawara MMA Tri Suwarno Unjuk Kebolehan

Namun, prosesi ijab kabul digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni jaga jarak 1 meter dan hanya dihadiri maksimal 10 orang.

Ijab kabul dilangsungkan pada Rabu (28/7/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Sekilas saya membaca hasilnya memang negatif negatif semua. Karena negatif ya saya bolehkan ijab kabul. Kalo positif saya nggak berani lah Pak. Untuk melaksanakan ijab pun harus jaga jarak 1 meter. Maksimal 10 orang. Kami sesuai aturan Pak,” katanya.

Perihal hasil swab yang berbeda dengan Puskesmas, Sugimanto mengaku hal itu di luar kewenangan.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua