JOGLOSEMARNEWS.COM Info Penting

Simak Tata Cara Niat, Bacaan Lengkap Salat Idul Adha di Rumah Sesuai Syariat Islam yang Benar

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berdoa usai salat Jumat di Masjid An-Nuur Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 5 Juni 2020. Foto: Dokumentasi Kemendagri


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang Salat Idul Adha, bagi umat muslim tidak ada salahnya kembali bagaimana tata cara sholat Idul Adha 2021 di rumah.

Hal itu penting agar ibadah Salat Idul Adha yang kita lakukan benar secara m bacaan niat maupun sesuai tuntunan sholat Idul Adha yang benar.

Mengingat PPKM darurat, pelaksanaan sholat Idul Adha di tempat terbuka hanya bisa dilakukan di wilayah yang tidak termasuk zona merah Covid-19.

Oleh karenanya, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau, sholat Idul Adha dilaksanakan di rumah.

Nah, berikut tuntutan bacaan niat shalat dan bacaannya seperti dikutip dari bimasislam.kemenag.go.id, Syekh Syauqi Ibrahim Alam, Mufti Dar Ifta Mesir mengatakan, dalam keadaan pandemi Covid-19, maka dianjurkan shalat Idul Adha di dalam rumah.

Mufti Lembaga Fatwa Mesir ini menyebutkan, ibadah shalat Id yang dikerjakan di rumah saat ini (karena ada wabah), setara dengan pahala ibadah di masjid, bahkan bisa melebihi pahala ibadah di masjid.

Syekh Syauqi Ibrahim Alam juga mengatakan shalat Idul Adha boleh dilaksanakan secara sendirian ataupun berjamaah.

Berikut ini tata cara sholat Idul Adha dikutip dari bimasislam.kemenag.go.id:

1. Bacaan Niat

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

“Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini (makmuman / imaaman) lillahi ta’alaa.”

Artinya: “Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum / imam] karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Imam mengucapkan takbir— Allahu akbar—, terlebih dahulu, kemudian disusul oleh makmum mengucapkan takbiratul ihram.

3. Membaca Doa Iftitah

Allāhu akbaru kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, wajjahtu wajhiya lilladzī fatharas samāwāti wal ardha hanīfan musliman, wa mā ana minal musyrikīn, inna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil ālamīn, lā syarīka lahū wa bi dzālika umirtu, wa ana minal muslimīn.

4. Membaca Takbir Sebanyak 7x pada Rakaat Pertama

Lalu di sela-sela takbir, membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

5. Membaca Surat al-Fatihah

6. Membaca Ayat atau Surah dari Al-Quran, misalnya membaca surah Al-A’la.

7. Rukuk

Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bi hamdih (3x)

8. I’tidal (bangkit dari ruku’)

9. Bacaan Doa I’tidal

Rabbana lakal hamdu mil-us samawati wa mil-ul ardhi wa mil-u ma syi’ta min syai-in ba’du

10. Melakukan Sujud Pertama

Saat sujud membaca doa: Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)

11. Duduk di antara Dua Sujud

Baca doa: Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni

12. Sujud Kedua

Membaca: Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)

13. Takbir Intiqal Berdiri Kembali dan Membaca Takbir seperti Rakaat Pertama.

14. Melaksanakan Rakaat Kedua

Ada pun pada rakaat kedua, imam kemudian melakukan takbir lagi seperti takbir pada rakaat pertama sebanyak 5 kali.

Sementara makmum di belakang imam pun mengikuti bacaan takbir imam.

Lalu di sela-sela takbir, membaca:

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar

15. Setelah membaca takbir sebanyak 5 kali, Imam melaksanakan gerakan dan bacaan shalat seperti pada rakaat pertama.

16. Setelah membaca Al Fatihah, Imam membaca ayat dari Al-Quran.

17. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua sama dengan tata cara pada rakaat pertama, Imam melanjutkan dengan tahiyat akhir.

Berikut bacaan Tahiyat akhir:

At-tahiyyātul mubārakātus shalawātut thayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh, as-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādillahis shālihīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallayta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm; wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm. Fil ‘ālamīna innaka hamīdun majīd.

18. Mengucapkan Salam Sambil Menoleh ke Kanan dan ke Kiri

As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh

19. Setelah mengucapkan salam, Imam kemudian melanjutkan dengan Khutbah Idul Adha.

Bila shalat sendirian tak perlu ada khutbah. Pasalnya, hukum khutbah menurut ulama itu sunnah.

www.tribunnews.com