
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Manajemen coffee shop Margi memberikan klarifikasi terkait dugaan sewa kapling di city walk yang viral usai dilakukan sidak oleh anggota komisi III DPRD Kota Solo, Sabtu, (25/04/2026) malam lalu.
Furqon perwakilan manajemen Margi menjelaskan bahwa manajemen sedang tidak ada di tempat. Saat anggota komisi III DPRD melakukan sidak.
“Pada saat itu memang kami jajaran manajemen tidak berada di lokasi usaha kami. Jadi saat itu di malam Minggu memang hanya ada teman-teman barista yang ada di lokasi. Karena yang ditanya barista jadi jawabnya kurang pas,” jelasnya di tengah-tengah acara ramah tamah Walikota Solo dengan pengusaha coffee shop se-Solo, Kamis, (30/04/2026) malam.
Atas nama perwakilan manajemen, Furqon kemudian menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf selanjutnya disampaikan Furqon terkait batasan pelanggaran penggunaan tempat duduk di City Walk.
“Kami mohon maaf juga atas batasan pelanggaran penggunaan tempat duduk di City Walk. Di mana itu ada beberapa yang mengenai garis kuning. Kita akui kita salah dan kita mohon maaf. Atas hal tersebut, kita juga telah melakukan perbaikan-perbaikan. Sebenarnya dari jauh-jauh hari kita juga telah membatasi kursi dan kita telah menempatkan pegawai kita beberapa di sana, tapi memang pengawasannya mungkin kurang intensif,” terangnya.
Klarifikasi selanjutnya yang disampaikan Furqon adalah terkait penggunaan logo atau bet Pemkot dari salah satu staf Margi. Furqon menyampaikan bahwa penggunaan logo Pemkot Solo itu murni atas ketidaktahuan.
“Jadi seragam itu seragam baru yang kami serahkan ke teman-teman barista. Itu baru sekitar 2 sampai 3 minggu. Seragamnya polos ada tulisan coffe shop kami. Nah, dari teman-teman itu inisiatif. Karena anak-anak muda ada yang dipasang logo MU, ada yang dipasangi logo PERSIS, ada yang dipasangi logo Pokemon. Itu terdapat salah satu dari staf kami yang memang menggunakan logo pemkot yang dibeli di pasar,” paparnya.
Furqon menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan pemkot maupun ASN. Hal itu murni dari kreativitas yang kebablasan dari barista dan juga ketidak tahuan atas aturan tersebut.
“Saya selaku manajemen mohon maaf atas kejadian itu. Kemudian terkait sewa menyewa yang sempat rame. Itu karena pada saat itu yang ada cuman barista dan bukan kapasitasnya menjawab sewa-menyewa, perizinan dan lain sebagainya. Tapi memang yang ditanya barista ya jadi menjawabnya juga kurang pas,” jelasnya.
Soal sewa menyewa, yang dimaksud Furqon disini adalah menyewa tempatnya. Bukan untuk menyewa city walk maupun trotoar.
“Untuk City Walk maupun trotoar ya enggak mungkin kita sewa. Karena bukan bagian dari tanah yang kita sewa. Cuman karena barista dan teman-teman dihadapkan dengan banyak orang, banyak kamera, otomatis ada grogi. Atas kekhilafan dari tim kami yang bukan pada kapasitasnya menjawab atau mewakili Margi untuk pertanyaan sewa-menyewa, trotoar dan lain sebagainya itu murni salah, tidak tepat dan di sini saya selaku manajemen yang berwenang meluruskan statement tersebut,” pungkasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














