JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tak Mau Muncul Klaster Baru, Gus Choi Ajak Masyarakat Taati Anjuran Pemerintah

Effendy Choirie,  Ketua DDP Partai Nasdem/Instagram


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS- Ketua DDP Partai Nasdem Effendy Choirie mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk mengikuti anjuran pemerintahan dan ulama terkait sholat Idul Adha di rumah saja.

Effendy mengungkapkan bahwa hal ini guna menekan penyebaran Covid-19 yang berpotensi menyebabkan adanya kluster baru.

“Kita tidak mau Idul Adha justru jadi klaster terbaru,” kata Effendy dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7/2021) sebagaimana dikutip dari rebuplika.co.id.

Pria yang kerab dipanggil Gus Choi ini juga menyampaikan bahwa anjuran yang diberikan pemerintah bukan hanya tidak berdalil. Ia mengatakan bahwa dalil tersebut berisi di dalam agama Islam lebih mementingkan untuk mencegah kerusakan daripada memperoleh kemaslahatan.

Sementara itu, saat ini Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang sangat merusak.

Baca Juga :  Pegawai KPK yang Masih Dapat Dibina, Ternyata Enggan Ikut Diklat Bela Negara. Ini Alasannya

“Saya kira dalil-dalil semua shohih,” ujarnya. Ia menambahkan, shalat Idul Adha sifatnya sunnah. Sedangkan shalat yang sifatnya wajib dianjurkan dan lebih baik dilakukan di rumah saja.

Tak hanya itu, Effendy juga mengingatkan para panitia penyembelihan kurban agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat menyembelih hewan kurban.

Hal ini karena kerab kali banyak masyarakat yang datang hanya untuk melihat penyembelihan hewan kurban. Akibatnya, menyebabkan kerumunan masyarakat. Jadi, panitia harus benar-benar melakukan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Saat pembagian daging kurban juga diharapkan menggunakan sistem door to door. Sistem door to door ini bertujuan agar tidak menimbulkan antrean atau kerumunan masyarakat.

“Bisa bahaya kalau warga berkerumun. Nanti jadi klaster kurban,” tegas Gus Choi. Hanifah Yulia Putri S

Baca Juga :  Pengusaha Ini Mengaku Diperas Bank Syariah Swasta Ratusan Miliar