JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Anak Sedang Isoman? Enam Hal Ini Yang Perlu Orang Tua Lakukan

Ilustrasi anak jalani Isoman / pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Beberapa waktu terakhir ini, naiknya kasus anak yang terpapar Covid-19 cukup siginifikan. Mau tidak mau, sang anak perlu menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Anggraini Alam membagikan beberapa kewajiban yang perlu dilakukan orang tua saat anak menjalani Isoman.

Dokter yang juga merupakan anggota Satgas Covid-19 IDAI itu menerangkan ada enam hal yang harus diperhatikan.

Pertama, orang tua perlu memberikan nutrisi melalui vitamin dan suplemen. Saat anak terpapar Covid-19, asupan vitamin C, vitamin D, dan mineral seperti zinc harus tercukupi.

“Untuk vitamin D, bisa didapatkan melalui protein seperti telur, ikan, dan keju. Untuk vitamin C, ada di sayur-sayuranan dan buah-buahan. Sementara zinc juga ada di makanan kita dari produk hewani dan kacang-kacangan. Vitamin D juga bisa didapatkan ketika berjemur di bawah sinar matahari,” terang Anggraini seperti dilansir dari Republika.co.id, Senin (19/7/2021).

Kedua, obat pelengkap perlu disediakan apabila anak merasakan gejala tertentu. Misalnya saja, obat penurun demam untuk anak yang mengalami gejala demam. Begitu pula dengan gejala lainnya, kesigapan orang tua dibutuhkan dalam memberikan obat.

Baca Juga :  Terapkan Filosofi Pager Mangkok Pemkab Wonogiri Bentuk Teamwork Sosial, Diketuai RT Berikan Dukungan Kepada Warga yang Menjalani Isolasi Mandiri atau Isoman

Selanjutnya yakni, orang tua harus mengawasi keadaan serta perkembangan kesehatan anak. Memonitor kondisi anak sangat diwajibkan, terlebih lagi di pekan awal terkonfirmasi positif Covid-19.

Secara rutin, orang tua perlu mengecek suhu dengan termometer dan mengukur saturasi oksigen anak dengan oksimeter.

Oleh sebab itu, dokter menyarankan agar dua alat tersebut disediakan di rumah. Beberapa keperluan lain juga dapat dilihat dalam

panduan dan diari isoman dari IDAI melalui laman resminya.

Keempat, komunikasi dengan dokter terkait merupakan hal yang penting. Anggraini mengimbau kepada orang tua agar sering berkonsultasi dengan kerabat dan dokter anak ketika sedang menjalani Isoman.

Tidak hanya komunikasi dengan dokter saja, orang tua juga perlu memastikan komunikasi dengan anak berjalan baik dan asyik. Kuncinya, orang tua perlu berfikir positif dan tetap tenang.

Orang tua disarankan dapat berperan sebagai ‘teman’ bagi sang anak. Sembari merawat anak yang sedang Isoman, orang tua dapat melakukan kegiatan yang menarik dan menghibur. Dengan demikian, energi positif dari orang tua akan tersalurkan pula pada anak.

“Intinya adalah komunikasi, positive thinking bahwa orang tua bisa mengelola anaknya selama Isoman,” sambung Anggraini.

Baca Juga :  Apa Makna CT Value dalam Tes PCR Covid-19? Berikut Penjelasannya

Poin terakhir dan tak kalah penting yaitu, selalu menerapkan pola kebersihan dan menjaga 5M pada anak.

“Jika tidak ada gejala sistemik, mandi yang bersih, cuci hidung dan mulut, itu bagian yang bisa memperbaiki secara keseluruhan kebersihan anak,” ujarnya.

Perbandingan gejala ringan dan berat Covid-19 pada anak-anak yakni 80:20. Anggraini juga menegaskan bahwa anak dapat lekas membaik apabila ditangani dengan tepat.

Oleh sebab itu, orang tua perlu memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika mendampingi anak saat Isoman dijalankan. Linda Andini Trisnawati