JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wouw! Penanganan Pandemi Covid-19 Hasilkan Limbah Medis Hingga 18.460 Ton

Limbah medis hasil dari penanganan Pandemi Covid-19 / Dok Humas Polres Bogor via tempo.co


JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pandemi Covid-19 diam-diam telah mengakibatkan terjadinya akumulasi limbah medis yang jumlahnya luar biasa.

Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga 27 Juli 2021, terdapat 18.460 ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) akibat penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

Limbah bahan berbahaya ini berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit darurat, wisma tempat isolasi dan karantina, uji deteksi, dan vaksinasi.

Baca Juga :  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 14-20 September 2021, Luhut: Ini Bentuk Pengendalian Covid-19

Limbah tersebut berupa alat-alat kesehatan penunjang dalam menanganani kasus Covid-19 di berbagai daerah seperti infus bekas, masker,  botol vaksin, jarum suntik,  face shield, perban, Hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR,  antigen, dan alkohol pembersih swab.

Advertisement

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Baka mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar limbah medis tersebut ditangani dengan sistem rumah ke pusat-pusat pelayanan, paralel sampai ke tempat penanganannya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Minta Daerah Ikut Mendukung Operasionalisasi Pengembangan KEK

“Arahan Pak Presiden terhadap penanganan limbah medis ini, kita harus intensifkan dan harus lebih sistematis betul-betul dilihat dari titik paling jauh di lapangannya,” ujar Siti, usai rapat terbatas bersama Presiden, Rabu (28/7/2021).

Halaman:   1 2 Semua