JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Curhat Pilu Sinden Campursari di Sragen Setahun Lebih Tanpa Job Gegara Pandemi. Biasanya Dandan Cantik, Kini Terpaksa Mburuh di Sawah

Seniwati asal Sragen, Lovita Dwi Ersandy. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun lebih, berdampak buruk terhadap sektor usaha jasa. Terutama para pelaku dan pekerja seni.

Larangan menggelar perhelatan dan hajatan selama pandemi, benar-benar ibarat mimpi buruk bagi mereka.

Para seniman dan pekerja di bidang seni yang selama ini mengandalkan penghasilan dari hajatan, harus menerima nasib setahun lebih puasa job.

Bahkan tak sedikit yang terpaksa banting setir menekuni profesi dadakan yang jauh dari keahlian. Semua itu demi satu tujuan yakni menyelamatkan hidup dan memenuhi kebutuhan.

Baca Juga :  Geger Kakek 72 Tahun di Karangmalang Sragen Tewas Gantung Diri. Istri dan Warga Tak Ada Yang Berani Mendekat

Seperti yang dialami Ayu Sudarningsih. Wanita berusia 41 tahun yang selama ini dikenal sebagai penyanyi atau sinden campursari asal Dukuh Krakal, Dawung, Jenar itu mengisahkan selama pandemi berlangsung, ia tak pernah lagi manggung.

“Semua job batal karena larangan hajatan dan PPKM Mas. Ya terpaksa nggak pernah mentas, sudah setahun lebih di rumah,” paparnya ditemui saat mengambil bantuan sembako dari Dinsos Sragen, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga :  Berkah Jadi Penonton Setia, Warga Tangkil Sragen Dapat Door Prize Sepeda Motor di Turnamen Voli Candirejo Cup

Ayu menuturkan sebelum badai pandemi, ia nyaris tak pernah rehat dari job. Hampir tiap hari, orderan manggung silih berganti datang baik untuk menyanyi campursari maupun hajatan karawitan atau klenengan.

Untuk mendukung penampilannya di panggung, dandanan cantik dan jaga penampilan sudah barang tentu menjadi sebuah kemutlakan.

Namun semua itu berbalik 180 derajat di masa pandemi. Rutinitas berdandan dan mentas di hajatan, terpaksa ditinggalkan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua