SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi pertikaian melibatkan pendekar perguruan silat Pagar Nusa (PN) dan PSHT yang berujung perusakan dua rumah warga di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, akhirnya terkuak gamblang.

Aksi itu terjadi pada Hari Raya Idul Adha pada 20 Juli 2021 lalu. Dua rumah mendadak digeruduk dan dirusak oleh puluhan massa dari pendekar.

Dua rumah korban perusakan itu adalah milik Bu Darsi (50) dan Sofyan Ari Wibowo (47) warga Dukuh Pengkok RT 5.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sofyan, si pemilik rumah, menuturkan saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah. Dia malam itu sedang bermain bulutangkis di gedung bulutangkis di wilayah sekitar.

Advertisement

Setelah mendapat telepon dari Setu yang mengabarkan ada banyak orang berkumpul di depan rumahnya, ia langsung bergegas pulang.

“Kejadian jam 23.00 WIB malam. Waktu itu saya sedang olahraga badminton dan waktu itu saya tidak tahu kejadian. Kemudian ada teman saya Pak Setuwarto memberi tahu saya keadaan ada tamu di rumahmu dan pagar rumahmu di rusak-rusak. Akhirnya pas saya pulang sudah kejadian. Kondisi pagar sudah miring dan doyong serta setelan udah lepas. Kaca juga rusak,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ditemui di kediamannya kemarin.

Baca Juga :  Pemilik Warung HIK Plus-Plus di Sragen Mulai Bernyanyi. Cokot Inisial A Sebagai Pemasok, Terancam 15 Tahun

Sofyan menuturkan puluhan orang pendekar itu tak sempat masuk rumah. Karena malam itu memang dirinya sedang tidak di rumah.

Namun melihat kondisi pagar rumahnya dan kaca di rumahnya rusak, ia sempat mengalami trauma. Situasi malam itu bahkan sedikit mencekam.

“Kalau trauma ya namanya orang tua Mas ada trauma sedikit. Tapi kemarin sudah kita kasih tahu, namanya anak-anak Mas. Orangtua sudah memahami dan memaafkan. Besok akan dibetulkan pintunya biar disetel ahlinya. Kalau kacanya kemarin kesepakatan akan diganti,” urainya.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Polres, Kades Bener Sragen Klaim Semua Sudah Prosedural. Soal Pengalihan Jalan, Ini Jawabannya!
Pemilik rumah korban perusakan, Sofyan saat menyampaikan pesannya kepada para pendekar Pagar Nusa dan PSHT sebelum memperbaiki rumahnya. Foto/Wardoyo

Sofyan menguraikan insiden perusakan rumahnya itu terjadi kemungkinkan karena kesalahpahaman yang tidak diperkirakan.

Insiden itu diduga terjadi spontan dan dirinya sama sekali tidak mengenal pendekar yang merusak rumahnya.
Tetapi usut punya usut, ternyata setelah ditelisik, pendekar yang menggeruduk adalah dari Pagar Nusa yang masih terbilang keluarga sendiri.

Sebab dirinya adalah penganut NU yang merupakan induk semang dari perguruan Pagar Nusa.

“Setelah ketemu ditempat yang agak terang kebetulan itu kita keluarga semua. Kami dari pihak NU dan teman- teman itu dari Pagar Nusa akhirnya kemarin kita tempuh kita ambil jalan terbaik demi kelancaran demi kenyamanan. Demi anak-anak biar jangka panjangnya mereka bisa kerja. Kita sebagai orang tua juga tidak memperpanjang karena semua ini keluarga kita. Karena masa depan anak-anak masih panjang,” tandasnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua