JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Awalnya Minta Pijit, Suami di Sragen Meninggal di Pangkuan Istrinya

Kondisi jenazah suami meninggal mendadak di pangkuan istri di Mojo Wetan, Sragen, Minggu (22/8/2021) sebelum dievakuasi. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Mojo Wetan, Sragen digemparkan dengan seorang pria meninggal mendadak, Minggu (22/8/2021) siang.

Tragisnya, pria paruh baya itu meninggal di pangkuan sang istri. Sempat mengeluh sakit, korban kemudian dikeroki sebelum kemudian mengembuskan nafas terakhirnya.

Pria malang itu diketahui bernama Suroso (50) warga Kalongan Kulon RT 01/14, Kelurahan Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.

Ia tewas di pangkuan istrinya, Juaminah (52) yang di identitas berdomisili di Temon RT 001/002, Temon, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Korban meninggal di rumah kos milik Haji Juhari di Kampung Mojo Wetan RT 01/02, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Sragen.

Baca Juga :  Demam Dukungan Sudaryono Maju Pilgub Jateng Terus Mengalir, Siap Menangkan Orang Dekat Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi pukul 13.30 WIB. Menurut keterangan sang istri kepada petugas, kejadian bermula ketika sekira pukul 12.00 WIB, Korban merasa tidak enak badan.

Siang itu korban merasa perutnya mual dan ingin muntah. Kemudian istri korban langsung membantu dengan memijit dan mengerok badan korban.

Setelah dikeroki, istri korban ingin sholat dzuhur dan mengambil air wudhu. Selanjutnya ia ke kamar dan suaminya kemudian minta tiduran di pangkuan sang istri.

Saat itulah, mendadak korban sudah tersengal dan kemudian meninggal dunia di pangkuan sang istri. Mendapati hal itu, sang istri langsung histeris.

Baca Juga :  Siswi SMPN 3 Gemolong Raih Juara Puteri Pelajar Indonesia 2024

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek setempat yang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP.

Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso membenarkan kejadian itu. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis Puskemas Sragen Kota pada korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” paparnya Senin (23/8/2021).

Sempat dilakukan tapid tes pada korban dengan hasil negatif. Karena keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan keberatan dilakukan otopsi, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com