JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mantan Kapolsek Gemolong Sragen, AKP Stepanus Robin Pattuju yang menjadi terdakwa kasus suap Rp 11,5 miliar saat menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalani sidang perdana Senin (13/9/2021).

Ada sejumlah fakta mengejutkan dari kasus suap dan pemerasan yang menyeret mantan Kapolsek Gemolong periode 2016-2017 itu.

Salah satunya tarif suap yang ia patok sebesar Rp 1 miliar. Tarif itu ditawarkan kepada pejabat jika tidak ingin dijadikan tersangka kasus korupsi.

AKP Robin Pattuju, menjalani sidang perdana dugaan suap pengurusan perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Advertisement
Baca Juga :  Pemilik Warung HIK Plus-Plus di Sragen Mulai Bernyanyi. Cokot Inisial A Sebagai Pemasok, Terancam 15 Tahun

Robin merupakan terdakwa dalam perkara suap Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial.

Dalam perkara tersebut, Robin didakwa menerima suap miliaran rupiah. Suap berasal dari sejumlah pihak terjerat kasus korupsi.

Berikut ini fakta-fakta menarik sidang perdana kasus AKP Robin Pattuju:

1. Besar suap Rp 11,5 miliar

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Robin bersama Maskur menerima suap Rp 11,025 miliar dan US$ 36 ribu (sekitar Rp 513 juta).

“Menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077 dan USD 36 ribu,” kata Jaksa KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Jaksa Lie mengatakan suap itu berasal dari beberapa orang.

Baca Juga :  2 Atlet Cantik asal Sragen Bakal Berlaga di PON XX Papua. Pamitan ke Pemkab, Bupati Sebut Punya Feeling Good!

2. Sumber suap

Jaksa Lie mengungkapkan suap untuk eks penyidik KPK ini berasal dari beberapa sumber.

Di antaranya, Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebanyak Rp 1,695 miliar; Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado Rp 3,099 miliar dan USD 36 ribu. Azis pernah membantah menerima suap dalam perkara ini.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua