JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Ultimatum Manajemen RSUD Soehadi. Sebulan Tak Berubah, Siap-Siap Hukuman!

Salah satu tenaga medis di RSUD Sragen, ATW tak kuasa menangis menceritakan pengalamannya selama diisolasi karena positif covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberi tenggat waktu sebulan kepada manajemen RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk berbenah diri.

Tenggat waktu itu diberikan terkait hasil buruk layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit milik Pemkab itu yang ternyata paling buruk dari lima rumah sakit terburuk di Sragen.

“Saya beri waktu sebulan ke depan. Rapor RSUD Soehadi harus bisa hijau. Tidak boleh merah lagi,” paparnya.

Baca Juga :  Sopir Bus AKAP Menjerit, Organda Sragen Desak Pertamina Penuhi Stok BBM Solar. Ketua: Solar Langka, Ekonomi Bisa Lumpuh!

Jika dalam sebulan tidak ada perbaikan, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mengaku tidak segan untuk memberikan punishment atau hukuman.

Advertisement

Ancaman hukuman itu akan diberikan kepada manajemen di rumah sakit pelat merah terbesar di Sragen itu.

“Kalau tidak berubah hijau, nanti akan saya kasih punishment. Harapan saya, segera temen-temen di Soehadi berbenah. Bagaimana bisa bangga melayani masyarakat kalau sistem pelayanannya saja masih belum bisa dipercaya oleh BPJS untuk keberlangsungan kerja sama berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Plupuh Sragen Saat Hujan Deras Melanda. Api Berkobar Saat Mbah Parinem Sedang Salat

Direktur Utama RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto mengatakan sesuai regulasi, layanan BPJS Kesehatan memang bersifat berjenjang.

Yakni dimulai dari RS tipe D, tipe C, Tipe B lalu ke Tipe A. Namun pihaknya masih agak kesulitan untuk meningkatkan kunjungan pasien rujuk balik (PRB) sebagaimana keinginan BPJS Kesehatan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua