JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Dugaan Pencabulan Santri Diuwik-uwik Guru Ngaji di Sambungmacan Sragen, Oknum Ustadz Belum Ditetapkan Tersangka

Tangkapan layar korban saat memberikan keterangan di hadapan keluarga. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Sragen masih mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang guru ngaji atau ustadz di salah satu desa di Kecamatan Sambungmacan berinisial MS atau Z (55) kepada salah satu santri.

Saat ini, polisi mengaku belum menetapkan tersangka dari kasus tersebut. Namun penyelidikan masih terus dilakukan.

“Untuk kasus dugaan pencabulan di Sambungmacan itu masih penyelidikan. Kita baru mintai keterangan saksi-saksi,” papar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi didampingi Kasat Reskrim AKP Lanang Teguh Pambudi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (27/9/2021).

Saat ditanya apakah terlapor ustadz sudah dimintai keterangan, Kapolres belum memberikan penjelasan. Ia hanya menegaskan bahwa saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan.

Sebelumnya, aksi dugaan tak senonoh yang dilakukan seorang tokoh agama sekaligus guru ngaji di salah satu desa di Kecamatan Sambungmacan berinisial Z (55) dilaporkan ke polisi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Stok Vaksin Astrazeneca dan Pfizer Kosong, Program Vaksinasi Booster Sragen Terpaksa Ditunda. DKK Sebut Masih Tunggu Kiriman

Sang ustadz paruh baya itu dilaporkan oleh kerabat korban, siswi berinisial T (12). Siswi SMP sekaligus santri di pondok terlapor itu mengaku diperlakukan tak senonoh oleh ustadznya.

Bersamaan dengan laporan, kerabat korban yakni pamannya berinisial MN, juga menunjukkan sebuah rekaman berisi pengakuan korban terkait kejadian yang ia alami dari sang guru ngaji.

Dalam video berdurasi 47 detik itu, siswi kelas 1 SMP itu mengaku awalnya usai mengaji, dia diminta menyapu di gudang kompleks ngaji di kediaman sang guru.

Saat ia menyapu, tiba-tiba datang oknum gurunya itu menyusul masuk dan kaget ketika pintu gudang langsung ditutup.

“Lalu dia minta saya buka celana. Saya bilang mboten Mbah, saru. Ora opo-opo ora tak kapak-kapakne kok. Saya bilang mboten Mbah, mboten,” ujar korban dalam video yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM belum lama ini.

Baca Juga :  Biadab, Santriwati Cantik di Magelang Dicekoki Miras Lalu Diperkosa 3 Pemuda Secara Bergantian. Korban Disekap dan Digarap Selama 3 Hari

Meski menolak, oknum guru ngaji itu langsung memaksa menurunkan celana dalam korban. Kemudian korban mengaku dipaksa digendong dan terjadilah tindakan tak senonoh tersebut.

“Dimasukin pakai itunya,” ujarnya sembari menunjukkan jari telunjuk.

Kasus dugaan pencabulan itu sudah diadukan ke polisi pada Jumat (3/9/2021).

T yang saat ini duduk di bangku kelas I SMP mengaku aksi tak senonoh itu dialaminya sekira tiga hari lalu di kompleks pondok milik Z.

“Sudah dilaporkan ke Polsek, lalu diarahkan ke Polres Sragen kemarin. Hari ini dilakukan visum,” papar MN, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (3/9/2021).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua