JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Mahasiswa UMS Ciptakan Ecobrick Atasi Limbah Plastik

Tim UMS menciptakan ecobrick untuk mengatasi limbah plastik. Humas UMS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan Ecobrick untuk mengatasi limbah plastik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan itu dalam rangka melaksanakan pengabdian masyarakat, dan dilakukan oleh Tim UMS dengan menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tahun 2021 dengan tema “Sosialisasi : Mengolah Limbah Plastik Menjadi Ecobrick”.

“Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah yang tidak terkelola dengan baik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Buran, melihat permasalahan itu, kami menawarkan inovasi dan solusi Ecobrick guna menyelesaikan masalah tersebut,” tutur Ketua Tim program PKM Dimas Luhur Aji Prabowo, melalui keterangan tertulisnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (8/9/2021).

Baca Juga :  Launching PMB 2022/2023, UMS Targetkan 8.000 Mahasiswa Baru

Dimas menambahkan bahwa latar belakang lain dari pengabdian ini adalah belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kegiatan mengurangi pengunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini dibuktikan, dengan masih adanya penumpukan lagi pada tempat pembuangan akhir.

Tim UMS berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Dimas Luhur Aji Prabowo, Eka Rahmawati, Aswatun Khasanah, dan Galuh Kancanadana yang berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Teknik Industri yaitu Sendy Silvano yang didampingi dosen, Ika Candra Sayekti.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri atas 20 ibu-ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Buran serta 10 ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Buran. Kegiatan dilaksanakan baik secara luring yang dilakukan di lokasi serta daring media WhatsApp Group, Zoom Meeting dan Youtube Chanel.

Baca Juga :  Launching PMB 2022/2023, UMS Targetkan 8.000 Mahasiswa Baru

Dengan adanya pelaksanaan program ini diharapkan kegiatan ini tidak hanya bermitra dengan tim penggerak PPK dan KWT Desa Buran. Namun, dapat lebih menjangkau masyarakat yang lebih luas misalnya generasi muda yang aktif di sosial media. Agar semakin sadar akan pentingnya mengelola sampah plastik dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

Program pengabdian ini sepenuhnya mendapatkan dukungan dari UMS, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). “Melalui program pengabdian ini, UMS memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai dengan disiplin keilmuan dosen yang mengadakan pengabdian,” jelas Agus Ulinuha, Ph.D, Ketua LPPM UMS, kemarin. Wawan

Bagi Halaman