JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pembatalan Haji 2021, 442.000 Calhaj Indonesia Mundur 2 Tahun. Kemenag RI Sebut Saudi Mulai Siapkan Skema Pembukaan Bertahap

Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kementerian Agama RI belum bisa memastikan kapan ibadah haji akan kembali bisa digelar. Pemerintah hingga kini masih menunggu izin dari otoritas pemerintah Arab Saudi.

Hal itu terungkap dalam acara Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji yang digelar Kemenag RI bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung IPHI Sragen, Senin (6/9/2021).

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Subhan Cholid mengatakan di tahun 2020 sempat ada 221.000 calon jamaah haji Indonesia yang batal berangkat karena tidak ada kuota secara internasional.

Baca Juga :  Hasil Swab 149 Warga di 2 Kecamatan Kontak Erat dengan Keluarga Positif Covid-19 di Gemolong Sragen Akhirnya Keluar. Jangan Kaget!

Kemudian di 2021, tidak ada kuota sama sekali karena pandemi dengan jumlah Calhaj yang batal di kisaran yang sama. Sehingga praktis kuota Calhaj yang berangkat 2020 dan 2021 sebanyak sekitar 442.000, harus mundur.

Dengan ditiadakan selama tahun, otomatis memperpanjang antrian. Sejauh ini, pemerintah juga belum menerima pemberitahuan dari Arab Saudi kapan ibadah haji akan kembali dibuka.

“Iya (otomatis) nambah antri. Ini belum ada kepastian,” paparnya kepada wartawan.

Subhan berharap situasi kembali normal secara bertahap sehingga pintu keberangkatan haji bisa kembali dibuka.

Baca Juga :  Kabar Baik, Sragen Selangkah Lagi Punya Politeknik Pariwisata di Bawah Kementerian. Lokasinya di Sragen Barat, Sudah Disiapkan Lahan 19 Ha

Terkait kegiatan diseminasi, hal itu digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama calon jamaah haji terkait situasi riil yang terjadi.

Mulai dari penyebab, pertimbangan pembatalan hingga perkembangan perhajian dan umrah.

“Pemerintah Saudi sedang mempersiapkan rencana-rencana ke depan membuka secara bertahap penyelenggaraan umrah dan haji. Lalu bagaimana persiapan kita untuk mengikuti prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh arab saudi nantinya ketika umroh dan haji itu dibuka. Ini perlu disampaikan ke masyarakat,” jelasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua