JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Malu, Mantan Kapolsek Gemolong Sragen Ini Ternyata Sering Minta Uang ke Bupati. Pakai Alasan Mulai dari Ibunya Covid-19 sampai Saudara Melahirkan!

AKP Stepanus Robin Pattuju. Foto/Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan suap Rp 11,5 miliar yang menyeret mantan Kapolsek Gemolong sekaligus eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju, tak henti menguak fakta mencengangkan.

Mantan Kapolsek Gemolong periode 2016-2017 itu ternyata sering meminta uang kepada Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dengan berbagai modus.

Seperti berasalan menyewa apartemen untuk isolasi mandiri ibunya yang positif Covid-19 hingga ada saudara yang meninggal atau melahirkan.

Baca Juga :  Terjerat Narkoba, 39 Warga Sragen Dijebloskan ke Penjara. Peredaran Pil Koplo Makin Memprihatinkan

Rita pun tak menampik. Ia mengaku sering memberikan uang bantuan kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Stepanus Robin Pattuju setelah mendengar keluhan Robin.

“Khusus Pak Robin, saya tidak bayar (fee) beliau, tapi nilai kemanusiaan,” kata Rita Widyasari saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (18/10/2021).

Baca Juga :  Dari Buku Mustika Rasa Bung Karno, Ini Cara Ketua DPC PDIP Sragen Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan
AKP Stepanus Robin Pattuju. Foto/Tempo.co

Rita mengatakan, total uang bantuan tersebut sebesar Rp 60,5 juta. Pertama kali, ia mengaku memberikan uang sebesar Rp 25 juta kepada Robin untuk ibunya yang sakit Covid-19.

“Bilang ibunya sakit, mau sewa apartemen untuk isolasi mandiri,” ujarnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua