JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Memanas, Tolak Tandatangani APBD-P, Bayu Diserang Kanan Kiri. Sugiyamto Tantang Debat Terbuka, Sekda Sebut Lihat Saja Nanti!

Searah jarum jam, Pujono Elli Bayu Effendi, Sugiyamto, Tatag Prabawanto. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perang statemen antara Wakil Ketua DPRD asal Golkar, Pujono Elli Bayu Effendi dengan anggota Fraksi PDIP, Sugiyamto buntut aksi penolakan tandatangan APBD-P 2021, terus berlanjut.

Setelah sentilan pembangkang fraksi dari Sugiyamto dibalas Bayu dengan menyebut tak pantas menyoroti fraksi lain, kali ini Sugiyamto kembali membalas dengan mengatakan bahwa kritikan yang ia lontarkan terhadap ketiga wakil ketua itu bersifat terbuka.

Menurutnya, pernyataan membangkang sikap fraksi itu ia tujukan atas sikap ketiga wakil ketua DPRD yang dinilai sangat tidak berdasar.

Sebab APBD-P sudah melalui tahapan dan semua fraksi termasuk fraksi mereka juga menerima serta menyetujui.

“Kami tidak masuk ke internal fraksi mereka, tapi kami mengkritik sikap mereka. Mereka itu hadir ke paripurna kan mewakili fraksi, bukan perorangan. Jadi sikap di paripurna itu tidak bisa diasumsikan sikap pribadi. Dan dasar kami mengkritik itu adalah pandangan fraksi. Fraksi menyetujui, mereka ikut hadir dan menyaksikan tandatangan, tapi kenapa menolak,” ujar Sugiyamto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (1/10/2021).

Baca Juga :  Mafia Sabu Bakek Digerebek Polisi di Sambungmacan Sragen. Ditangkap Usai Transaksi di Jalan Layang

Mantan Ketua DPRD Sragen itu menilai aksi boikot tandatangan itu justru menunjukkan mereka tidak memahami etika dan aturan.

Jika menolak, mestinya sikap itu ditunjukkan sejak awal paripurna. Lantas jika ketidakhadiran bupati dijadikan alasan, saat awal paripurna juga tak ada yang interupsi atau menanyakan keberadaan bupati.

“Kalau dia meragukan bupati tidak hadir, mestinya tanya di awal. Dan yang namanya bupati dan wabup itu satu paket. Meski hanya wabup yang hadir tetap sah, kecuali kalau dua-duanya tidak hadir, baru kirim surat masuk dan dibacakan di paripurna. Ini yang mestinya harus dipahami,” terangnya.

Sebaliknya, Sugiyamto membeber keaktifan Bayu di forum rapat badan anggaran (Banggar).

Menurutnya selama ini di forum rapat banggar, yang bersangkutan jarang hadir dan hampir tak pernah berbicara atau mengajukan usul apapun.

Baca Juga :  Tersinggung Ucapan Junimart, Puluhan Pengurus Ormas Pemuda Pancasila Sragen Geruduk DPRD. "Tidak Semuanya Jelek!"

“Usul apa dia, selama ini kalau rapat Banggar jarang hadir. Seingat saya malah belum pernah bicara atau usul apapun. Itu yang harus dipahami,” tukasnya.

Debat Terbuka 

Atas kondisi itu, Sugiyamto pun siap untuk debat terbuka dan disaksikan secara umum jika ketiga wakil Ketua DPRD itu tidak terima dikritik soal etika dan aturan.

“Saya justru balik bertanya, kalau bilang hajat hidup orang banyak itu kalau mereka tandatangan APBD,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sekaligus Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menilai sikap menolak tanda tangan ketiga wakil Ketua DPRD itu sebagai sikap politik yang salah.

Terlebih bagi PKB dan Golkar yang notabene adalah partai pengusung bupati-wabup pemimpin pemerintahan saat ini.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua