BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Boyolai menggelar Apel Siaga Bencana di Alun-alun Kidul, Selasa (26/10/2021). Kegiatan itu juga melibatkan jajaran TNI dan Polri.
Kegiatan apel juga dimaksudkan untuk mengenang terjadinya erupsi besar gunung Merapi tahun 2010 silam.
Apel kesiapsiagaan itu sebagai upaya antisipasi Pemkab Boyolali bersama instansi terkait antisipasi erupsi Merapi dan bencana lainnya.
“Kebencanaan Gunung Merapi masih harus lakukan antisipasi, apalagi Merapi saat ini masih berstatus siaga. Namun tentunya, doa- doa kita semoga itu tidak terjadi,” kata Bupati Boyolali, M Said Hidayat.
Ditemui wartawan seusai apel, Bupati menambahkan, selain potensi erupsi gunung Merapi, ada potensi bencana lain yang perlu diwaspadai. Sehingga dibutuhkan kesiapan dari para relawan dan TNI/ Polri.
Termasuk antisipasi bencana tanah longsor di Boyolali yang biasa terjadi saat hujan lebat. Hujan lebat juga rawan terjadinya banjir.
Seperti di Kecamatan Kemusu dan Ngemplak ada sejumlah desa rawan banjir.
“Apel ini sebagai upaya untuk membangun komunikasi antar elemen yang ada di Kabupaten Boyolali. Juga untuk memastikan bahwa peralatan pendukung dalam kndisi baik dan siap digunakan.”
Sementara, Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan sedikit 30 personel untuk membantu penanganan bencana di Boyolali.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan Polri saja. Harus ada sinergi antar elemen terkait.”
Senada, Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabessy mengungkapkan, tahap awal sudah disiapkan 3 peleton pasukan untuk penanganan bencana. Namun jika dibutuhkan, maka tambahan personil siap diterjunkan.
“Jika nanti dibutuhkan, prajurit TNI hingga tingkat Koramil siap diterjunkan,” tegasnya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















