JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Soal Banteng dan Celeng, Begini Komentar Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek

Jekek
Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek menyalami warga. Foto diambil sebelum pandemi. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemberitaan maupun perbincangan mengenai munculnya istilah banteng dan celeng pada dinamika politik menjelang Pilpres 2024 masih ramai hingga saat ini. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek pun, turut berkomentar terkait hal ini.

Kepada sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan PDIP merupakan organisasi partai politik. Di dalam organisasi itu ada asas ketaatan terhadap panduan, regulasi dan AD/ART yang harus dijalankan semua kader. Hal itu sebagai pijakan dalam melakukan fungsi kepartaian.

Di internal PDIP ada aturan di tingkat DPP, DPD dan DPC, dan semua fungsi melekat. PDIP merupakan organisasi parpol yang anggota di dalamnya mempunyai kewajiban dan ketaatan kepada AD/ART dan semua produk aturan.

Baca Juga :  Uang 4 Miliar Raib Tak Berbekas, Kemana Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Lenggarbujogiri Girimarto Wonogiri?

“DPP PDIP telah mengeluarkan instruksi pelarangan untuk mendeklarasikan capres dan cawapres. Instruksi itu telah turun sejak Agustus 2021 lalu. Hal itulah yang menjadi pijakan kami,” jelas Jekek.

Bupati Wonogiri ini menerangkan, dalam instruksi itu ada subtansi larangan deklarasi. Organisasi telah melarang, kader partai tidak boleh mendeklarasikan siapapun.

“Kalau ada orang mendeklarasikan dan mengatasnamakan partai, kader dan organisasi itu atas dasar apa? Wong DPP saja melarang. Seharusnya ada kepatuhan terhadap instruksi internal partai,” kata Jekek.

Menurut Jekek, terkait istilah banteng dan celeng merupakan analogi. Saat kader berada dalam satu barisan, tertib kepada ketentuan dan regulasi partai, itu yang dinamakan banteng.

Pihaknya juga menyoroti soal deklarasi berkaitan dengan kebebasan berdemokrasi. Sebagai kader partai, kebebasan demokrasi bisa dilakukan dalam tataran pikir, bisa berpikir bebas. Dalam hal berbicara dan tindakan ada aturan yang melekat sebagai kader partai.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Leptospirosis di Wonogiri Mencapai 11, 1 Orang Dinyatakan Meninggal

“Pada tataran berfikir punya kebebasan. Pada tataran bicara dan bertindak, kalau itu bagian dari organisasi harus punya ketaatan, harus disiplin, kebebasan yang bertanggungjawab. Ini harus menjadi pembelajaran politik bagi publik,” ungkap dia.

Jekek menggambarkan sikap kader PDIP di Wonogiri. Tanpa dirinya memberi instruksi, para kader sudah ada kesadaran. Bahwa mereka adalah bagian dari partai, kesadaran pikirnya harus terbangun. Seluruh produk aturan partai harus ditaati.

“Kami akan tegal lurus, rapat dalam satu barisan. Kami tinggal menunggu siapa yang direkomendasikan menjadi Capres, siapapun kami siap dukung dan mensukseskan,” tandas dia. Aris

Bagi Halaman