JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Soal Banteng dan Celeng, Begini Komentar Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek

Jekek
Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek menyalami warga. Foto diambil sebelum pandemi. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemberitaan maupun perbincangan mengenai munculnya istilah banteng dan celeng pada dinamika politik menjelang Pilpres 2024 masih ramai hingga saat ini. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek pun, turut berkomentar terkait hal ini.

Kepada sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan PDIP merupakan organisasi partai politik. Di dalam organisasi itu ada asas ketaatan terhadap panduan, regulasi dan AD/ART yang harus dijalankan semua kader. Hal itu sebagai pijakan dalam melakukan fungsi kepartaian.

Baca Juga :  Jembatan Nambangan Selogiri-Nguter Dipasangi 3 Lampu Penerangan, Tak Lagi Bikin Pengendara Takut

Di internal PDIP ada aturan di tingkat DPP, DPD dan DPC, dan semua fungsi melekat. PDIP merupakan organisasi parpol yang anggota di dalamnya mempunyai kewajiban dan ketaatan kepada AD/ART dan semua produk aturan.

“DPP PDIP telah mengeluarkan instruksi pelarangan untuk mendeklarasikan capres dan cawapres. Instruksi itu telah turun sejak Agustus 2021 lalu. Hal itulah yang menjadi pijakan kami,” jelas Jekek.

Baca Juga :  Miris, Pelaku Pencurian Motor Yamaha Jupiter MX di Joho Jatisrono Wonogiri Ternyata Masih Siswa SMP 14 Tahun

Bupati Wonogiri ini menerangkan, dalam instruksi itu ada subtansi larangan deklarasi. Organisasi telah melarang, kader partai tidak boleh mendeklarasikan siapapun.

“Kalau ada orang mendeklarasikan dan mengatasnamakan partai, kader dan organisasi itu atas dasar apa? Wong DPP saja melarang. Seharusnya ada kepatuhan terhadap instruksi internal partai,” kata Jekek.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua