JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Subhanallah, Pasutri Penjual Soto Korban Tewas Tertabrak KA di Jetak Sragen Ternyata Pulang Petang untuk Hadiri Pengajian

Ilustrasi pemakaman dua jenazah satu liang lahat. Foto/Dok JSnews
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suami istri penjual soto yang tewas dalam kecelakaan maut tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Senin (11/10/2021) malam ini, dimakamkan satu liang lahat.

Suasana duka dan air mata mengiringi
pemakaman yang dilangsungkan Selasa (12/10/2021) pagi jam 11.00 WIB.

Puluhan petakziah turut mengantar jenazah Hadi Mulyono (60) warga Dukuh Dayu RT 28/8, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen dan sang istri Sukinem (58) ke peristirahatan terakhirnya.

Kepergian Hadi dan Sukinem juga menyisakan cerita soal kebaikannya di mata masyarakat sekitar.

Ketua RT 28, Dukuh Dayu, Tugino mengenang sosok Hadi dan sang istri sebagai pribadi yang baik. Mereka juga pekerja keras dan menekuni profesi sebagai penjual soto di Masaran.

Di mata warga, pasutri itu juga dikenal dengan sosok yang baik dan berbaur dengan masyarakat. Baik di kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Keduanya sosok yang baik, sangat membaur dan selalu ikut kegiatan di masyarakat. Kami sangat sedih,” ujarnya ditemui wartawan di sela pemakaman.

Kebaikan Hadi dan Sukinem bahkan tergambar saat hari kejadian. Keduanya rela pulang dari jualan hanya demi mengejar waktu untuk bisa ikut pengajian.

Tugino menuturkan sedianya, keduanya petang itu pulang untuk mengikuti pengajian di rumah tetangga. Pengajian digelar untuk memperingati kematian tetangganya.

“Kalau ada pengajian di tetangga, keduanya selalu datang. Lalu kalau ada yang punya hajat, juga selalu datang dan memilih menutup warungnya dulu,” urai Tugino.

Tugino juga menyampaikan Hadi Mulyono merupakan salah satu tokoh di lingkungannya. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Ketua RW meski hanya setahun.

Baca Juga :  OPTIMALISASI LORONG SEKOLAH MENJADI LORONG LITERASI

“Tadi dimakamkan jam 11.00 WIB. Dimakamkan satu liang lahat di pemakaman umum dukuh setempat,” papar tetangga sekaligus salah satu kerabat almarhum, Endro, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (12/10/2021).

Pasutri itu meninggalkan tiga orang anak. Tak hanya keluarga, kepergian keduanya yang tragis juga menyisakan haru di kalangan warga dan tetangga dekat.

Jenazah diantar ke rumah duka dengan mobil ambulans PDIP. Sementara salah satu perwakilan kerabat menyampaikan sangat berduka atas kepergian Pak Hadi dan Bu Sukinem.

Mereka berharap insiden yang merenggut nyawa Pak Hadi-Sukinem yang terakhir kali di perlintasan Bedowo.

Pemerintah atau dinas terkait diminta segera bertindak membuatkan palang pintu permanen dan berpetugas untuk menekan potensi kecelakaan.

“Ceritanya kemarin itu mau pulang dari jualan soto di Masaran. Biasanya magrib sudah sampai rumah, kok belum. Ternyata pas menyeberang di perlintasan Bedowo, mobilnya tertabrak kereta api dan terseret. Almarhum dan istri meninggal dunia,” urai Endro.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti mengungkapkan kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 18.55 WIB.

Bermula ketika KA Gajayana melaju dari arah Sragen. Saat bersamaan korban yang mengemudi mobil Panther AD 9201 JF melaju dari arah barat atau jalan raya menuju ke Jurangjero Karangmalang.

“Saat kejadian ada kereta api (KA) Gajayana melaju dari arah timur, sementara mobil minibus melintas dari barat. Lalu mobil tertabrak kereta,” paparnya di lokasi kejadian, Senin (11/10/2021) malam.

Kasat menyampaikan masinis sebenarnya sempat membunyikan klakson dan tanda akan melintas. Namun rupanya peringatan itu tidak dihiraukan.

“Kemungkinan pengendara mobil kurang konsentrasi,” jelas Ilham.

Mobil Panther milik korban sempat terseret sejauh 30 meter oleh kereta api Gajayana. Mobil berwarna hitam itu hancur usai terlindas dan terguling berulangkali di perlintasan sebidang tepatnya di KM 237+9 Desa Jetak.

Baca Juga :  Harga Gas LPG 3 Kg di Sragen Naik Ugal Ugalan Per Tabung Tembus Rp 30000 Warga: Sudah Terjadi 1 Minggu Sebelum Lebaran Idul Fitri

“Jadi setelah tertabrak, mobil kemudian terseret ke arah selatan perlintasan sejauh 30 meter. Kondisi mobil hancur dan 2 orang pengemudi dan penumpangnya meninggal dunia,” papar Kades Jetak, Siswanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM ditemui di lokasi kejadian, Senin (11/10/2021) malam.

Kedua korban diketahui merupakan pasangan suami istri penjual soto asal Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen.

Menurut saksi mata, kecelakaan bermula ketika mobil Panther melaju dari arah barat atau Masaran hendak pulang ke Jurangjero.

Mereka melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Bedowo, Jetak.

Karena situasi sudah agak gelap, tanpa disadari sesampai di perlintasan mendadak dari arah Utara atau Sragen, melaku kereta api Gajayana dengan kecepatan tinggi.

Karena jarak sangat dekat, mobil tak bisa lagi menghindar. Mobil Panther warna hitam itu kemudian tertabrak dan terseret ke arah barat.

“Ceritanya tadi mereka mau pulang dari Masaran ke rumahnya di Jurangjero. Lewat perlintasan kereta api di Bedowo, nah pas nyeberang, dari utara melaju kereta api dan langsung tertabrak. Sempat keseret, mobilnya remuk,” urai Kades Siswanto.

Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno mengatakan setiba di lokasi, ada dua korban meninggal dunia. Satu korban sempat ditemukan terjepit bodi mobil yang ringsek.

Sehingga proses evakuasi berlangsung dramatis dan butuh waktu.

Selanjutnya kedua jenazah suami istri itu langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dengan ambulans PMI Sragen.

“Kondisi kedua korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialami. Keduanya dievakuasi ke RSUD Sragen,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com