JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Pilu Perjuangan Wanita asal Masaran Sragen Melawan Tambang Ilegal. Malah Dimaki-Maki dan Dimusuhi Banyak Pihak, Berharap Pemerintah Terketuk Tegakkan Keadilan

Sunarni, pemilik sawah di Gebang Masaran usai melaporkan aktivitas galian C di dekat sawahnya ke Polres Sragen, Kamis (28/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang wanita Desa Jirapan, Masaran, Sragen, Sunarni (39) mengaku mendapat perlakuan tak mengenakkan dari lingkungan usai berjuang memprotes aktivitas tambang galian C di dekat lahannya di Desa Gebang, Masaran.

Tak hanya keluarganya dimaki-maki, aktivitas untuk mengolah lahan sawahnya pun dihalang-halangi oleh pemilik sawah yang dikeruk.

Curahan hati itu disampaikan Sunarni usai memenuhi panggilan penyidik Polres Sragen, kemarin. Ia dipanggil setelah kasus penambangan tak berizin itu ia laporkan ke Polres sebulan silam.

Di hadapan penyidik, ia sempat ditanya kronologi penambangan di sawah bersebelahan dengan sawahnya itu.

Menurutnya, langkah hukum terpaksa dilakukan lantaran aktivitas penambangan dengan alat berat itu dinilai sudah merusak lingkungan dan merugikan sawahnya.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Mengambang di Katelan Tangen, Posturnya Tinggi Gemuk, Begini Ciri-Ciri Lengkapnya!

Upayanya untuk mengingatkan pengelola tambang justru dibalas dengan makian dan perbuatan tak mengenakkan dari pengelola sawah maupun tambang.

“Waktu itu saya minta agar penggalian dihentikan karena yang dikeruk sudah 3,5 meter. Akhirnya sawah saya jadi seperti tebing dan membahayakan. Saya ingatkan malah saya dituduh mau mendesak batas sawah. Pengelola tambang dan sawah itu malah maki-maki saya,” ujarnya Senin (22/11/2021).

Di hadapan polisi, ia menyebut yang dilaporkan adalah pengelola tambang berinisial AN, lalu pengelola sawah berinisial D.

Sunarni pun menceritakan sejak galian C itu dilaporkan ke Polres, ia dan orang sekitarnya juga mendapat banyak perlakuan tak mengenakkan.

Seperti saat hendak membajak sawahnya dengan traktor, traktor itu dihalang-halangi tak boleh melintas. Lalu pekerja traktor yang ia sewa juga dimaki-maki oleh D.

Baca Juga :  Satu Bos Pengepul Anjing Asal Gemolong Ditangkap di Sukoharjo, Disnakkan Sragen Beri Apresiasi. Sebut Jumlah Pengepul Sudah Drop Separuh Lebih

“Terus simbah saya yang akan mengairi sawah untuk sawah dibajak itu juga dimaki-maki oleh kedua orang itu. Mereka juga ngajak satu orang lagi berinisial S untuk maki-maki Simbah saya. Saya kasihan orangtua nggak tahu apa-apa ikut jadi sasaran dimaki-maki,” terangnya.

Lapor Gubernur dan Bupati

Sunarni menyampaikan upayanya melapor itu semata-mata berjuang untuk mencari keadilan. Sebab penambangan itu sangat merugikan sawahnya.

Kondisi tebing bekas penambangan yang menganga setinggi 3,5 meter sangat membahayakan dan rawan longsor.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua