JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diawali Rayuan, Warga Klaten yang Perdaya Pengusaha Sragen Rp 507 Juta Sempat Berakting Lihat Bayangan Wajah Korban Saat Meditasi

Korban penipuan bermodus dana beku miliaran asal Sambungmacan, saat berada di Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan pria asal Klaten, berinisial HS (54) terhadap pasangan suami istri asal Dukuh Butuh RT 34, Banaran, Sambungmacan, Sudarno (61) dan Suparyanti (57), menguak fakta baru.

Warga Jl Ki Ageng Gribig, Margo Mulyo, Klaten Utara, Klaten yang dilaporkan atas dugaan penipuan berkedok pencairan dana miliaran itu sempat melancarkan jurus tipu-tipunya untuk memperdaya korban.

Salah satunya dengan membujuk rayu dan mengaku telah melakukan meditasi dan melihat bayangan wajah korban, Sudarno. Dengan dalih mimpi itulah, ia kemudian menemui Sudarno untuk melanjutkan tipu-tipunya.

Dari laporan korban ke Polres Sragen, saat kali pertama bertemu di 2019, HS menawarkan bisa membantu korban mendapat uang miliaran dari dana beku.

Namun syaratnya membayar senggekan sepersepuluh dari uang yang diinginkan. Mendengar tawaran menggiurkan itu, Sudarno tergiur dan berniat mencairkan dana beku Rp 65 miliar untuk membeli SPBU di Jatisumo.

Baca Juga :  Sertifikat 3 Peserta Dicoret, Pemenang Seleksi Perangkat Desa di Padas Tanon Akhirnya Berubah. Mursyid Naik, Pemenang Awal Terjungkal

“Awalnya HS menawarkan ada dana beku miliaran bisa dicairkan untuk membeli aset dengan bunga ringan. Namun ada dana untuk mengurus itu, per Rp 1 miliar, dikenai Rp 1 juta. Setelah berapa hari kita ketemuan di rumah makan di Sragen. Janjinya 3 minggu cair,” ujar Suparyanti kepada wartawan, (5/11/2021).

Ia menceritakan untuk meyakinkan, HS sempat membawa temannya, SH dan IRH yang dilakukan sebagai tim survei. Kemudian HS meminta agar uang senggekan disetor ke rekening IRH.

Namun hingga 3 minggu yang dijanjikan, dana beku Rp 65 miliar yang ditawarkan tak kunjung cair. Padahal uang yang disetor ke rekening IRH dan HS sudah mencapai Rp 507,5 juta.

Baca Juga :  Hajatan Ngunduh Mantu Bupati Sragen Bakal Digelar Sederhana. Sekda Didapuk Jadi Ketua Panitia, Semua Pejabat Eselon Jadi Among Tamunya

Ia dan suaminya baru curiga setelah mendadak nomor HP milik IRH tak bisa dikontak lagi. Curiganya memuncak ketika sampai berganti tahun, janji pencairan dana juga tak terealisasi.

Sempat putus asa, ia dan suaminya akhirnya berhasil menemui HS dan meminta pertanggungjawaban. Saat dikejar untuk mengembalikan uang, HS sempat menyanggupi dengan membuat surat pernyataan.

Akan tetapi tiga kali surat kesanggupan dibuat dan sejak 2020 hingga 2021, tetap tak ada itikad baik mengembalikan uang. Jengkel merasa sudah ditipu dan kehilangan separuh miliar lebih, ia pun memutuskan melapor ke Polres Sragen April 2021.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua