JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Malioboro Membeludak, Petugas Jaga Kewalahan. Aplikasi ‘Sugeng Rawuh’ Tak Efektif

Suasana kawasan Malioboro yang tampak dipadati wisatawan pada Minggu (10/10/2021) siang / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kawasan wisata Malioboro, benar-benar menjadi magnet bagi wisatawan luar. Bahkan, pembatasan jumlah kunjungan melalui aplikasi ‘sugeng rawuh’ menjadi tidak efektif, lantaran banyak wisatawan yang abai.

Sebagaimana diketahui, aplikasi ‘Sugeng Rawuh’ berfungsi untuk membatasi waktu berkunjung wisatawan di kawasan Malioboro yang sudah mulai diterapkan pada 13-14 November lalu.

Namun penerapan aplikasi tersebut masih mengalami sejumlah kendala di lapangan.

Baca Juga :  Banjir Lahar Merapi, Bencana yang Membawa Rezeki

Untuk itu, pemerintah melalui UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya akan melakukan evaluasi.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengakui penerapan aplikasi ‘Sugeng Rawuh’ masih harus dievaluasi lagi.

Pasalnya, masih ada deretan kendala yang dijumpai saat penerapan di lapangan.

Salah satu kendalanya adalah petugas Jogoboro kesulitan untuk menertibkan antrean wisatawan saat jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan.

“Memang ada peningkatan pengunjung, apalagi saat malam Minggu, meskipun hujan. Kita cukup kewalahan itu, karena pengunjungnya luar biasa, ya, dari luar kota mulai masuk, sehingga semakin ramai,” jelasnya, Senin (15/11/2021).

Baca Juga :  Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Lahar Hujan Gunung Merapi

“Sore hari itu mulai terlihat semakin ramai, karena mereka, kalau sudah ke tempat wisata lain, pasti rute akhirnya, atau penghabisannya, ya, ke Malioboro,” tambah Ekwanto.

 

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua