JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Banyak Kecelakaan, PT KAI Sempat Akan Tutup Perlintasan Maut di Ngebuk Gemolong. Dishub Isyaratkan Ada Penjaga 24 Jam!

Kondisi mobil pikap grand max ringsek digasak kereta api Joglosemar Kerto di perlintasan tanpa palang Ngebuk, Kwangen, Gemolong, Rabu (6/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) dikabarkan sempat akan menutup perlintasan tanpa palang pintu di Ngebuk, Kwangen, Gemolong.

Perlintasan sebidang itu hendak ditutup lantaran sering terjadi kecelakaan yang tak jarang memakan korban jiwa.

Termasuk kecelakaan mobil pikap ayam hancur disambar KA Brawijaya di perlintasan itu Rabu (22/12/2021) malam kemarin.

“Di sana (Perlintasan Ngebuk) memang awalnya minta ditutup (oleh PT KAI dan Dirjen Perketerapian). Tapi setelah kita koordinasikan dengan pihak otoritas setempat dalam hal ini pemerintah desa, Camat Miri dan Camat Gemolong dan kita juga ada di sana, mengingat dan menimbang segala macam situasi dan kondisi, akhirnya tidak jadi ditutup,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Catur Sarjanto, Kamis (23/12/2021).

Baca Juga :  Perjuangkan Revisi Perbup 67, Praja Sragen Ancam Gelar Demo. Komisi I Berharap Segera Ada Penyelesaian

Pembatalan penutupan itu dikarenakan keberadaan perlintasan sebidang itu masih sangat dibutuhkan dan vital untuk akses transportasi antar kecamatan.

Sebagai solusinya, Catur menyampaikan akhirnya hasil koordinasi otoritas terkait di wilayah sekitar, memutuskan untuk menempatkan petugas penjaga perlintasan.

Nantinya perlintasan itu akan dijaga oleh petugas yang bersiaga 24 jam. Solusi itu dinilai paling logis untuk menjaga keamanan perlintasan dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Baca Juga :  Mantan Walkot Blitar Samanhudi Anwar Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar: Aksi Perampokan Disebut Direncanakan dari Lapas Sragen 

Menurutnya, keputusan mempertahankan perlintasan sebidang dan penempatan petugas itu juga sudah dikoordinasikan dengan DAOP 6 PT KAI, dan Dirjen Perkeretaapian.

“Sudah dikoordinasikan untuk keamanan bisa dilaksanakan penjagaan secara tertib selama 24 jam,” terangnya.

Meski demikian, Pemkab belum bisa mengalokasikan anggaran untuk honor petugas penjaga itu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com