JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Capek-Capek Kumpulkan Uang Rp 3 Miliar Hasil Jual Warisan, Hati Pak Eko Asal Sragen Langsung Hancur Dengar Keuangan KSP Sejahtera Bersama Ternyata Kolaps

Nasabah KSP Sejahtera Bersama Cabang Manahan Solo asal Sragen, Eko Sudarsono (kanan) saat berjuang menuntut pencairan depositonya Rp 3 miliar untuk kesekian kalinya namun belum berhasil karena kondisi keuangan KSP dikabarkan kolaps. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama asal Sragen, Eko Sudarsono (67) tengah berjuang untuk mendapatkan kembali ke tabungan depositonya di Koperasi Simpan Pinjam (KSB) Sejahtera Bersama Cabang Manahan Solo.

Pria asal Bumiaji, Gondang, Sragen yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sragen itu mengaku depositonya hampir Rp 3 miliar di koperasi itu sudah hampir dua tahun belum bisa dicairkan.

Mantan pimpinan legislator Sragen era 90an itu pun berencana menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak koperasi untuk mengembalikan depositonya itu.

Hal itu terungkap saat ia mendatangi kantor KSP yang berada di Manahan, Solo itu, Senin (6/12/2021).

Kedatangannya sebenarnya ingin bertemu pimpinan atau manajer koperasi terkait nasib depositonya.

Namun ternyata pimpinan KSP bernama Yulia itu tidak ada di kantor. Ia lantas ditemui oleh customer service (CS) depan bernama Sudibyo Harryanto.

Baca Juga :  Ancaman Omicron Diprediksi Meledak di Maret-April. Bupati Sragen Mulai Siagakan Satgas sampai Desa, Semoga Tidak Masuk Sragen!

“Saya ini mau ambil uang deposito saya sekitar Rp 3 miliar yang ada di koperasi ini. Sudah ngurus 3 kali ini. Hasilnya enggak ada apa-apanya. Saya menduga kantor KSB ini hanya bemper saja. Katanya kantor pusatnya di Bogor. Setiap saya ke sini mau ambil uang, nggak pernah ada. Makanya nanti kalau tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang saya, saya akan lapor ke polisi,” papar Eko di hadapan petugas CS.

Pak Eko menjelaskan uang Rp 3 miliar itu bukan nilai yang kecil bagi dirinya. Terlebih uang itu dikumpulkan dari hasil penjualan sawah peninggalan orangtuanya.

Ia mengaku menjadi nasabah KSB itu sejak 2017 atau 3 tahun lalu karena diiming-imingi bunga tinggi oleh rekannya.

Baca Juga :  Banjir Juga Landa Mojo Sragen, 209 Genting Rusak hingga Talud Jembatan Penghubung di Kebonromo Ambrol

Namun ia tak menyangka jika akhirnya justru kondisi keuangan KSB itu ternyata tak beres. Hal itu ia rasakan ketika hendak mengambil deposito dari awal 2020 hingga kini tak pernah bisa direalisasi.

“Itu bukan uang saya sendiri. Itu hasil jual sawah warisan Mbah saya mas. Bagaimana nggak kesal, saya mau ambil uang saya sendiri, dijanjikan sejak Januari 2020 sampai sekarang nggak pernah dipenuhi. Padahal cuma mau ambil Rp 500 juta dulu,” jelasnya.

Keuangan KSP Kolaps

Ia mengaku kecewa berat dengan tanggungjawab Ketua Cabang yang memimpin KSB di Solo itu.

Sebab dari dua pimpinan cabang baik yang lama maupun yang saat ini menjabat, sama-sama selalu berkelit apabila didesak untuk mencairkan dana.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua