JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Curhat Pilu Suami Penjual Siomai Cantik di Sragen, Sudah Mati-Matian Mempertahankan, Tetap Kandas di Vonis Pengadilan. “Saya Akan Melawan!”

Penjual siomai cantik asal Sukodono Sragen, Asih Dewi (kiri) saat hadir di persidangan. Sang suami bersama dua anak hasil pernikahan (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penjual siomai cantik asal Sukodono Sragen, Asih Dewi Lestari (23) yang menggugat cerai suami usai 5 bulan hilang misterius, menyajikan cerita baru.

Meski suami mati-matian berusaha mempertahankan, mahligai rumah tangga mereka akhirnya karam di tangan putusan pengadilan.

Hal itu menyusul vonis hakim Pengadilan Agama (PA) Sragen yang mengesahkan gugatan cerai Dewi terhadap suaminya, Soko Dwi Nugroho (31).

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , putusan itu terungkap dalam sidang yang digelar Kamis (16/12/2021). Sidang digelar tanpa kehadiran Dewi yang hanya diwakili oleh pengacaranya.

Sedangkan Dwi Nugroho hadir sendirian tanpa pengacara. Sidang digelar sejak pukul 09.15 WIB.

Dalam sidang ketujuh itu, Dwi mengatakan hakim sudah memutuskan mengesahkan gugatan perceraian yang diajukan oleh istrinya.

Baca Juga :  Bupati Sragen Sindir Habis Bu Guru Suwarti yang Sempat Viral. "Biasakan Kalau Ada Masalah Lari ke Mboke, Wong Liyo Malah Marai Ruwet!"

Seusai sidang, Dwi mengaku sangat terkejut dan kecewa berat dengan putusan hakim. Ia tak habis pikir dengan putusan itu padahal menurutnya alasan gugatan yang diajukan istrinya hampir mayoritas sudah terbantahkan.

“Saya kecewa Mas. Bagaimana mungkin gugatan yang seolah hanya mengada-ada, saksi dari penggugat dua-duanya sudah nggak jujur karena mereka orang jauh yang gak tau apa yang terjadi sebenarnya di keluarga saya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (17/12/2021).

Dwi yang kini mengasuh dua anak hasil pernikahannya dengan Dewi menyesalkan vonis itu.

Menurutnya, putusan yang dijatuhkan ketika alasan gugatan terkesan dipaksakan itu sangatlah disesalkan.

Baca Juga :  Minta Kasus Viral Bu Suwarti Tak Terulang, Bupati Sragen: Jangan Merasa Kalau Sudah Jadi Guru Pensiunnya 60 Tahun!

“Kalau model pengadilan seperti ini ada orang jujur terkesan tidak ada gunanya.
Orang dengan mudahnya gugat cerai dengan dalih yang diada-adakan. Akhirnya saya keberatan, terus saya dikasih waktu 14 hari untuk melawan,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Dwi sempat menyebut ada 3 kejanggalan yang dirasakan dalam persidangan kelima itu.

“Ada beberapa kejanggalan dalam fakta persidangan kemarin saat pemberian keterangan saksi dari pihak Dewi. Yang pertama saksi yang dihadirkan bukan yang tahu persoalan ini. Dia adalah istri orang Kopen Gesi. Dia bukan tetangga, tapi tinggal di lain kecamatan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua