JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jumlah Pemudik Masuk Sragen Meledak Naik hingga 70 %. Warga Diminta Awasi dan Laporkan Pendatang di Lingkungannya!

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi didampingi Bupati, Dandim dan jajaran Forkompida saat apel gelar pasukan pengamanan Nataru di Mapolres Kamis (23/12/2021). Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki libur Natal dan Tahun Baru, arus pemudik yang melintasi maupun masuk ke Sragen sudah mulai melonjak.

Peningkatan bahkan sudah mencapai 70 persen dari hari normal. Pembatalan PPKM level 3 dan ditiadakannya penyekatan jalur, ditengarai memicu gelombang mudik besar-besaran pada libur Nataru ini.

Fakta itu disampaikan oleh Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi kepada wartawan usai apel gelar pasukan pengamanan Nataru di Mapolres Sragen, Kamis (23/12/2021).

“Dari data di pintu masuk jalan tol Solo-Ngawi telah memberikan informasi kepada kita terjadi lonjakan sekitar 70 persen dari hari biasanya,” paparnya.

Baca Juga :  Hujan Deras 4 Jam Sore Tadi, Rumah Warga Desa Jati, Sumberlawang dan Tanon Sragen Terendam Banjir

Menurut Kapolres, hal itu mengindikasikan sudah adanya peningkatan pelaku perjalanan. Tren kenaikan pemudik itu terjadi dalam sepekan terakhir.

Atas kondisi itu, masyarakat diimbau untuk proaktif melakukan pemantauan dan menginformasikan apabila ada orang dari luar daerah yang datang di lingkungannya.

“Kami minta masyarakat membantu menginformasikan apabila ada orang dari luar daerah yang bukan penduduk lokal. Ini demi kepentingan kita bersama karena memang untuk tahun ini tidak ada penyekatan. Perjalanan antar kota juga dibolehkan,” terangnya.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi di Sragen Dijual Bebas di Media Sosial Facebook, Politikus Senior Sragen Bambang Widjo Purwanto: Kok Dibiarkan, Apa Peran KP3 Dalam Pengawasan?

Peran aktif masyarakat memantau dan menginformasikan pendatang luar kota dinilai sangat penting.

Hal itu diperlukan untuk memastikan agar pemudik yang datang bisa dites dan diketahui kondisinya benar-benar bebas dari virus Covid-19.

Sehingga potensi penyebaran Covid-19 dan ancaman gelombang baru maupun mutasi virus bisa ditekan.

“Sesuai instruksi Bupati tadi akan kami tempel stiker dan akan kami monitoring. Jangan sampai dari kota lain menularkan virus di Sragen dan sebaliknya dari Sragen jangan menularkan ke kota lain,” tukasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com